Kaum Perempuan Kaimana pada Hari Kartini ke-137.

Hari Kartini Ajang Rekonsiliasi

KAIMANA, Cahayapapua.com—- Hari Kartini ke-137 diharapkan menjadi ajang Rekonsiliasi atau permulihan kembali hubungan persahabatan/kekeluargaan yang sempat renggang akibat perbedaan pandangan terutama bagi kaum perempuan yang ada di Kabupaten Kaimana.

Kaum perempuan harus bangkit membangun kebersamaan dan soliditas untuk membantu Pemerintah Daerah membangun Kaimana. Semangat mempersatukan yang ditunjukkan Raden Ajeng Kartini harus menjadi pegangan bagi kaum perempuan untuk terus memupuk rasa persatuan.

Demikian Plh. Asisten II Setkab Kaimana Martinus Furima, SE saat hadir mewakili Bupati Kaimana pada Resepsi HUT Kartini ke-137 Kabupaten Kaimana bertempat di Gedung Pertemuan Casuarina Krooy, Kamis (21/4/2016). Turut hadir ditengah ratusan kaum perempuan berkebaya ini Dandim 1713 Letkol Inf. Agus Faridianto, Wakapolres Kompol Langgia, Pimpinan SKPD serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kegiatan yang mengusung “tema ‘Dengan Semangat Hari Kartini Kita Tingkatkan Kreatifitas Perempuan Guna Menopang Pembangunan Bangsa,” Kadis Perindagkop UMKM Martinus Furima ini mengajak seluruh kaum perempuan di Kabupaten Kaimana agar menghayati dan memaknai secara baik arti perjuangan Raden Ajeng Kartini bagi keberlangsungan hidup kaum perempuan dewasa ini dan nanti. Menurutnya, perjuangan RA Kartini agar kaum perempuan berkedudukan sejajar dengan kaum pria bukanlah perjuangan yang mudah pada masa itu.

Jika perjuangan itu tidak berhasil maka mustahil saat ini kaum perempuan bisa merasakan persamaan hak dan kewajiban bahkan kedudukan dengan kaum pria. Kartini lanjut Furima, bukanlah sosok yang ditokohkan tanpa perjuangan, tetapi perjuangannya itu tertulis jelas dalam buku berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ dan buku Setangkai Mawar Untuk Kartini. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan Kartini selain agar bisa dikenang, tetapi juga dapat dijadikan acuan dasar bagi kaum perempuan dewasa ini untuk berjuang mengisi pembangunan.

“Hari Kartini ke-137 harus bisa memberi nilai tersendiri untuk kebersamaan kita kedepan. Kita harus lebih akrab, lebih kuat, solid dan tidak boleh lagi ada perbedaan-perbedaan. Mari bersama-sama bergandengan tangan mengisi pembangunan. Hari Kartini harus menjadi bahan permenungan untuk kita melihat sesama, terlebih khusus mereka yang berkekurangan. Mari kita melakukan aksi nyata membantu mereka yang membutuhkan agar disparitas itu tidak lagi terjadi. Tinggalkan hal negativ, yang sudah berlalu biarlah itu berlalu. Mari kita sambut masa depan yang lebih indah. Habis gelap terbitlah terang,” pungkas Furima. (ISA)

Tinggalkan Balasan