Pantai Harlem, salah satu destinasi wisata di Kabupaten Jayapura, Papua. Para wisatawan dan warga Jayapura selalu memadati tempat itu setiap akhir pekan. KOMPAS/FABIO M LOPES COSTA

Harlem, Surga Kecil di Jayapura  

CAHAYAPAPUA.com– TANAH Papua seolah tak pernah habis dengan kekayaan wisata baharinya. Setelah publik internasional takjub dengan pesona Raja Ampat dan Teluk Cenderawasih, ternyata masih ada salah satu destinasi wisata bahari yang mengundang decak kagum. Itulah Pantai Harlem, surga kecil di Jayapura.

Pantai Harlem adalah salah satu obyek wisata yang terletak di Kabupaten Jayapura, Papua, tepatnya di Kampung Tablanusu, Distrik Depapre. Kompas mengunjungi tempat itu pada 13 September lalu. Dengan menyewa sebuah mobil jenis multipurpose vehicle, bersama tiga wisatawan lain, kami bertolak dari Kota Jayapura tepat pukul 09.00 WIT.

Perjalanan ke Harlem memakan waktu sekitar dua jam dengan jarak tempuh sekitar 60 kilometer. Lamanya waktu perjalanan disebabkan oleh kondisi jalan dari arah Sentani menuju Depapre yang kurang baik. Banyak ruas jalan berlubang, penuh debu, dan sempit.

Namun, semua kekurangan itu terbayar dengan keindahan alam di sejumlah daerah yang kami lewati, seperti Waibron dan Moy. Warga setempat sangat ramah dan tak sungkan untuk mengucapkan selamat siang kepada wisatawan dalam mobil itu. Di pinggiran jalan, banyak warga menjajakan aneka buah-buahan segar, seperti rambutan dan duku.

Sekitar pukul 11.00 WIT, kami tiba di dermaga Depapre. Untuk mencapai Harlem, perjalanan hanya bisa ditempuh dengan jalur laut. Belum ada jalan yang memadai untuk kendaraan bermotor ke tempat itu karena harus melintasi perbukitan. Kami pun menyewa sebuah kapal cepat berkapasitas 10 orang dengan tarif Rp 350.000 untuk perjalanan pergi dan pulang.

Perahu kami melintasi Laut Depapre yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik. Sekitar 15 menit perjalanan, tampak dari kejauhan keindahan Pantai Harlem dengan airnya yang berwarna kehijauan dan sangat jernih. Sekitar 10 meter sebelum mendekat bibir pantai, tampak jelas aneka biota laut dan ikan berukuran kecil. Namun, tak terlalu banyak terumbu karang.

Pantai ini sangat cocok bagi Anda yang menyukai olahraga menyelam. Pasirnya berwarna putih dan sangat halus. Tak ada sama sekali kerikil.
Tempat teduh

Harlem memiliki garis pantai sepanjang sekitar 700 meter. Suasana di tempat itu sangatlah teduh, disertai embusan angin yang pelan. Terdapat banyak pohon kelapa, bintanggur, dan sagu yang tumbuh di tepi pantai.

Di Harlem, warga setempat menyediakan berbagai fasilitas bagi pengunjung, antara lain lima pondok dan empat kamar mandi untuk berganti pakaian. Pengunjung dikenai tarif Rp 150.000 untuk menyewa satu pondok. Warga juga membuat dua ayunan tali yang diikatkan ke pohon.

Namun, di Harlem belum ada penginapan dan restoran yang menjual makanan dan minuman. Oleh sebab itu, pengunjung diharapkan menyiapkan bekal sebelum ke Harlem.

Kebersihan Pantai Harlem juga sangat terjaga. Sangat jarang ditemukan sampah rumah tangga di tempat itu. Eva Sipos (32), seorang wisatawan asal Hongaria, mengatakan, Harlem adalah salah satu destinasi wisata terbersih yang ditemuinya selama berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Indonesia.

”Selain masih sepi, saya sangat nyaman dengan kebersihan tempat ini. Mudah-mudahan kepedulian warga untuk menjaga kebersihan di Harlem tetap terpelihara hingga bertahun-tahun,” ujar konsulat di Kedutaan Besar Hongaria untuk Indonesia di Jakarta itu.

Selain bersih dan masih sepi, Harlem juga memiliki sebuah kolam air tawar yang berjarak sekitar 7 meter dari bibir pantai. Di kolam yang berair sangat jernih itu terdapat beberapa jenis ikan. Berdasarkan penuturan warga sekitar, kolam itu terbentuk alami pada ratusan tahun lalu.

”Sangat jarang ada pantai wisata yang juga memiliki kolam air tawar. Pengunjung bisa membilas tubuh setelah mandi air laut yang asin. Di Lombok, belum pernah saya menemui pantai yang seperti Harlem,” tutur Erniwati (38), pengunjung yang berasal dari Nusa Tenggara Barat.

Ricky Bagre (30), warga yang menyewakan pondok, mengatakan, akses ke Harlem mulai ramai tahun 2000. Sebelumnya, 20 tahun lalu, belum ada satu pun warga dari luar Depapre yang tahu tempat ini. Selain lokasinya yang terpencil, jumlah kapal penyeberangan juga sangat minim.

”Saat ini, Harlem mulai ramai dan selalu menjadi pilihan wisatawan dan warga Jayapura setiap akhir pekan. Kami selalu membersihkan sampah yang ditinggalkan wisatawan di pondok. Intinya, seluruh warga kampung berkomitmen untuk menjaga citra Harlem sebagai tempat wisata yang meninggalkan kesan positif bagi pengunjung,” kata Ricky.

Sumber: Kompas/Fabio ML Costa

Tinggalkan Balasan