Pelaku Begal Kota Sorong

Hendak Kabur, Dorr!! Dua Kawanan Begal Ditembak di Sorong

SORONG, Cahayapapua.com—  Desakan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sorong beberapa hari lalu yang menuntut tindakan tegas aparat kepolisian terhadap para pelaku begal, akhirnya dijawab oleh polisi.

Dua orang pentolan begal ditembak dalam sebuah operasi yang digelar aparat Polresta Sorong, akhir pekan lalu. Mereka dihadiahi timah panas karena mencoba kabur saat ditangkap. Seorang teman wanita salah satu pentolan begal yang ditembak itu juga ikut dibekuk.

Kapolresta Sorong, AKBP.Edfrie Richard Maith, Minggu (10/2) menuturkan, operasi penangkapan ini diawali oleh adanya informasi akurat yang diterima pihaknya mengenai posisi kawanan begal yang selama ini telah meresahkan warga. Atas dasar itulah pihaknya langsung melakukan pengintaian diikuti penangkapan.

Informasi itu menyebut bahwa seorang pelaku yang bernama Yohanes Tutratan alias Milax bersama teman wanitanya sedang duduk di depan Hotel Waigeo, Tembok Berlin, Kampung Baru, Kota Sorong. Sekitar pukul 03.00 dini hari, aparat langsung meluncur ke lokasi.

Namun dalam operasi itu polisi hanya bisa membekuk  teman wanita Milax saja. Milax gagal dibekuk setelah ia meloloskan diri dari kejaran aparat. Ia terjun ke laut dan menghilang meski polisi sudah menyisir pantai di sepanjang Tembok Berlin.

Namun berkat jejaring informan yang dimiliki polisi, keesokan harinya, Milax pun akhirnya ketahuan rimbanya. Tim Resmob Polresta Sorong mendapat informasi bahwa pentolan begal yang sering melancarkan aksinya di kawasan Tembok Berlin dan sekitarnya itu sudah di rumahnya di Kampung Key, Kompleks Surya.

Mendapat informasi itu, tim gabungan Resmob Polres Sorong Kota, Polsek Sorong Kota dan Polsek Sorong Barat secara serempak menggrebek rumah pelaku. Lagi-lagi Milax mencoba kabur melalui jendela.

Tapi seperti kata pepatah, ‘sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga’, si Milax, yang berada dalam jangkauan tembak aparat, terpaksa dilumpuhkan. Dorr!! Timah panas aparat pun bersarang tepat di kaki kanannya.

“Pelaku langsung di bawah ke RS.Sele be Solu untuk mendapat perawatan. Setelah itu dia dibawa kembali ke Polres Sorong Kota. Keterangannya digunakan untuk pengembangan kasus terutama mengenai siapa saja pelaku-pelaku jambret/begal yang sering melakukan aksi di wilayah Kota Sorong,” jelas Maith.

Dari “nyayian” Milax-lah, aparat kemudian mendapat satu nama baru yaitu Yosef Rennel alias Dagu.  Tak berlama-lama, aparat pun kembali menyasar Dagu.

Polisi bergerak menuju rumahnya di Jalan F Kalasuat, Malanu Arter. Saat polisi tiba, Dagu sedang duduk bersama teman-temannya.  Karena kaget melihat anggota Polri ia pun mencoba melarikan diri. Apes baginya, tindakan itu justru membuat polisi terpaksa menghentikan pemuda ini dengan tembakan yang mengenai kaki kanannya.
Dari komplotan begal ini polisi menyita sejumlah barang bukti. Dari dari Milax dan teman wanitanya, Kristin Simurid, disita dua unit HP, uang sebesar Rp. 1,5 juta yang diperoleh dari aksi begal di sekitar Kantor Metrologi Kompleks Surya.  Dari aksi itu, rupanya Milax dan Kristin menggunakan modus berbeda yakni mengajak korban minum minuman keras. Menjelang dini hari Milax yang melihat korbannya mulai tidak sadar langsung memukul punggung lalu mengambil harta benda korban.

Sementara dari tangan Dagu polisi berhasil menyita barang bukti berupa dua unit HP, dua buah tas yang baru saja didapat pelaku saat melancarkan aksinya pada Kamis (29/09/2016) sekitar pukul 02.30.WIT di sekitar Jl.Yos Sudarso tepatnya di Tribun Lapangan Hoki, Kampung Baru, Sorong. Dari mereka polisi juga menyita sebilah samurai, dua unit motor serta tiga kunci L.

Mengenai langkah lanjutan aparat, Kapolresta Sorong mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan.  Yang mengherankan baginya adalah kenapa Milax bisa bebas berkeliaran padahal statusnya adalah seorang narapidana. (NSR)

Tinggalkan Balasan