Hermus Indou dan H. Ali Mochtar Ngabalin

Hermus Indou: Beri Tempat Bagi Kaum Muda

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sekitar seribu warga Manokwari, mengarak pasangan Hermus Indou dan H. Ali Mochtar Ngabalin, saat mendaftar ke sekretariat 3 partai politik sebagai Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat, Sabtu (19/3) lalu.

Beranjak dari kediamannya di Wosi Dalam, sekitar pukul 15.00 WIT, duet HI dan massa pendukungnya beriringan ke kantor DPD Partai Golkar Papua Barat di Jalan Merdeka. Diantara mereka terdapat tokoh masyarakat, semisal Obet Arik Ayok, Bons Rumbruren, sejumlah tokoh pemuda dan lainnya.

Usai mendaftar di kantor tersebut, HI dan massa pendukungnya menyambangi kantor DPW PKS dan PKPI di Wosi. Dengan mendaftarnya pasangan ini di 3 parpol akhir pekan lalu, pasangan setidaknya sudah mendaftar secara resmi ke 9 partai politik yang berbeda.

Hermus yang juga adalah Ketua DPD KNPI Papua Barat, kepada pimpinan sejumlah partai politik, mengintrodusir pentingnya kepemimpinan daerah yang digawangi kaum muda. Kaum muda mesti diberi tempat dalam proses regenerasi kepemimpinan daerah.

Mantan ketua Tim 315—sebuah tim yang terdiri dari ratusan tokoh masyarakat yang memperjuangkan pemekaran dan reaktivisasi provinsi Papua Barat (dulu Irian Jaya Barat)– ini juga menekankan agar partai politik tidak melupakan sejarah pemekaran Papua Barat. Saat itu Hermus dan tim 315 memang memiliki peran sentral dalam proses terjadinya provinsi ini.

Mendorong percepatan pembangunan, kesejahteraan dan kemaslahatan umat merupakan agenda utama duet HI. “Memperjuangkan kesejahteraan rakyat jadi prioritas penting,” kata Hermus.

Pasangan ini menyempatkan diri menyambangi warga, korban kebakaran di Imbrairiri, Sanggeng kemarin. HI menyalurkan santunan secara spontan kepada korban kebakaran berupa uang tunai, peralatan dapur dan kebutuhan rumah tangga.

Di Masjid As-Sakinah, yang berdekatan dengan lokasi kejadian, Bang Ali—sapaan akrab Ali Mochtar Ngabalin— yang pernah menjadi legislator di Sulawesi-Selatan dan mudah dikenali karena mengenakan sorban, memberi tausiah, siraman rohani, kepada para jamaah.

Ali memang dikenal sebagai sosok aktivis muslim. Sembari berkecimpung di lapangan politik, Ia memimpin organisasi pemuda dan remaja masjid se-Indonesia, BKPRMI. Lahir dalam keluarga yang religius, membuat Ali dan sejumlah saudaranya lebih dikenal sebagai aktivis. Misalnya, Syahmud Ngabalin, mantan Ketua Umum PB HMI, organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia dan Sekretaris DPD KNPI Papua Barat yang juga mantan anggota DPRD Fakfak, Amin Ngabalin.

Sebelumnya, sejumlah media memberitakan penilaian mantan Wali Kota Jayapura, Michael Manufandu terhadap Hermus. Ia mengatakan, Hermus Indou memiliki peluang besar untuk memenangkan pesta rakyat pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua Barat pada 2017 mendatang. “Jangan lupa masyarakat moderen masa kini, lebih banyak dipimpin oleh kaum muda dan ternyata apa yang ditawarkan oleh mereka brilian dan visioner,” katanya di Jayapura, Papua, Rabu (9/3).

Mantan Wali Kota Jayapura itu memaparkan sejumlah alasannya, mengapa kaum muda memiliki tempat di hati rakyat, dan itu bisa terlihat pada kepemimpinan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Surabaya Tri Rismarini dan Gubernur DKI Jakarta Ahok.

“Di sisi lain, masyarakat sangat mudah melihat dan membandingkan kinerja pemimpin-pemimpin muda dengan para tokoh-tokoh yang kita anggap tua dan mestinya hanya menjadi seorang penasehat,” katanya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Kolombia itu berharap para pemimpin-pemimpin daerah di Papua Barat memberikan kesempatan kepada generasi muda masa kini, dengan lebih berjiwa besar dan lapang dada.

“Cukuplah mereka menjadi kepala daerah dua priode di daerah masing-masing, jangan lagi mengejar ambisi dengan alasan dibutuhkan rakyat, padahal pembangunan belum maksimal,” katanya.(JW)

Tinggalkan Balasan