Pelaksanaan HUT KNPI ke 43 di DPD KNPI Papua Barat. Mantan Ketua DPD KNPI Papua Barat Hermus Indou menepis kabar dualisme KNPI Papua Barat pasca Musda ketiga di Kabupaten Sorong baru-baru ini.

Hermus Tepis Dualisme KNPI Papua Barat Pasca Musda

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Demisioner Ketua DPD KNPI Papua Barat Hermus Indou menepis isu dualisme KNPI Papua Barat pasca pelaksanaan Musda KNPI Papua Barat ketiga di Kabupaten Sorong baru-baru ini.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara syukuran peringatan HUT Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-43 tahun 2016 di gedung pemuda, Sowi Gunung, Manokwari, Sabtu (23/07).

Menurut Hermus, pelaksanaan Musda III KNPI PB di Kota Sorong tanggal 15-16 Juli 2016, “sah dan memiliki legitimasi hukum, sehingga kepemimpinan Amos Yanto Ijie yang dilahirkan dari keputusan tertinggi organisasi tidak ilegal.”

“Legalitas atau SK kepemimpinan Fatah Al Rafiq diakui presiden melalui menkopolhukam dan menkumham sehingga kepengurusan DPP KNPI ini sah menurut hukum, tidak ada unsur politik,” tambah Hermus terkait penolakan hasil Musda III oleh OKP Cipayung yang mempersoalkan kehadiran pengurus DPP KNPI versi Fatah Al Rafiq dalam Musda tersebut.

Hermus juga mengklaim kepemimpinan Fatah Al Rafiq mendapat dukungan dari seluruh pemuda di Indonesia yang tergabung dalam wadah KNPI. Karena itu menurut dia seluruh struktur KNPI dan OKP di Papua Barat sedang berupaya agar organisasi berhimpun di provinsi Papua Barat ini tetap satu sesuai tema HUT ke-43 yaitu : “Satu KNPI, Satu Pemuda Papua Barat, Jayalah Negeriku, Jayalah Bangsaku”.

Hermus mengimbau OKP yang berseberangan dengan hasil musda III agar tetap legowo dan kembali bersatu.

Sementara itu Amos Yanto Ijie mengajak komponen pemuda dan OKP serta 13 DPD kabupaten/Kota agar kembali bersatu.

“Perbedaan itu merupakan dinamika. Tugas saya agar menghimpun dan merangkul kita semua. Saya sudah sampaikan kepada mide formature agar menyurati OKP yang terhimpun di KNPI, juga pengurus di 13 DPD untuk menjadi pengurus KNPI Papua Barat periode 2016-2019,” kata Yanto Ijie.

Peringatan HUT KNPI ke 43 2016 di Papua Barat tidak semeriah peringatan tahun-tahun sebelumnya. Peringatan kali hanya digelar melalui syukuran yang dihadiri Dalam acara syukuran yang dihadiri mantan pengurus DPD KNPI Papua Barat periode lalu dan sejumlah pimpinan OKP termasuk DPD KNPI tingkat II. (ACS/MAR)

 

Tinggalkan Balasan