Bakal Calon Gubernur Papua Barat Hermus Indou dan wakilnya Ali, M Ngabalin.

HI Bertekat Rebut Kursi Papua Barat

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Tekad pasangan Hermus Indou – Ali Mochtar Ngabalin semakin kuat untuk merebut posisi gubernur dan wakil gubernur Papua Barat.

Hermus saat mendaftar di partai amanan nasional (PAN) beberapa waktu lalu mengatakan, Niatnya untuk maju pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017 untuk menguji tiga kehendak. Yakni kehendak Tuhan, rakyat dan kehendak partai politik.

Menurutnya, jika tiga kehendak tersebut terwujud, tidak akan ada halangan bagi pasangan ini untuk memimpin dan membangun provinsi ini agar lebih.

Menurutnya, ada beberapa hal penting yang tidak boleh dilupakan, satu diantaranya masalah sejarah. Sejahtera berdirinya provinsi Papua Barat, kata dia, harus betul-betul dipahami secara baik oleh setiap elemen masyarakat dan partai politik.

Untuk itu dirinya berpesan agar semua masyarakat di seluruh Tanah Papua Barat dapat melihat hal ini secara jeli, mengingat lahirnya Provinsi Papua Barat membutuhkan Pengorbanan dan harga yang dibayarkan.

“Saya percaya tanpa sejarah maka Provinsi ini tidak akan ada, tanpa sejarah partai-partai politik di tingkat provinsi tidak ada pernah ada, untuk itu sejarah harus tetap diingat,”tegasnya

Disisi lain, Hermus menilai Papua Barat saat ini perlu regenerasi kepemimpinan, sehingga sistem pemerintahan yang sehat dan bersih dapat tercipta.

Papua Barat terdapat banyak sumber daya manusia muda yang memiliki kemampuan memimpin. Untuk itu harus diberi kesempatan.

Melalui visi dan misi pemerintahanya, pasangan ini ingin menjadikan Papua Barat sebagai provinsi otonomi khusus yang modern, mandiri sejahtera serta kokoh dalam NKRI. Ia pun ingin Papua Barat menjadi provinsi religius, berpendidikan, berbudaya serta mengusai berbagai pengetahuan dan teknologi.

Ali Mochtar pada kesempatan itu mengatakan, terdapat lima peradaban baru yang harus menjadi perhatian penting. Aspek pertama adalah peningkatakn pengetahuan bagi anak-anak Papua Barat. Sehingga kedepan semua anak-anak Papua Barat mempunyai kemampuan yang sama dengan seluruh anak di dunia.

Aspek berikutnya dari peradaban baru itu adalah Attitude (sikap) dalam mengelola kakayaan alam, Human Resources (Sumber Daya Manusia), Culture (Kultur) mengingat Kultur sangat kuat dengan semua kepentingan-kepetingan yang ada di Papua Barat.

Aspek terakhir dalam menuju Peradaban yang baru adalah menguatkan kekuatan Network (Jaringan) yang akan dibangun kedepan. “Dengan Begitu Peradaban Baru akan muncul dan kita bersaing dengan semua yang berada di negeri ini,”pungkasnya. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan