Kapolres Way kanan, Provinsi Lampung, AKBP Budi Asrul Kurniawan. (suryamalang tribun.news)

Hina profesi wartawan, Kapolres Waykanan tuai hujatan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kapolres Waykanan, Provinsi Lampung, AKBP Budi Asrul Kurniawan yang diduga menghina profesi wartawan, terus menuai hujatan dan kritikan.
           
Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Keadilan Masyarakat dan Pers Papua Barat (KMP2B), Mohammad Iqbal Muhidin meminta Kapolri, Jenderal Tito Karnavian bertindak tegas dan mencopot jabatan Budi Asrul Gunawan dari Kapolres Waykanan.

Menurut dia, wartawan adalah profesi mulia yang harus dihormati, sehingga pernyataan oknum Kapolres tersebut sangat menghina dan menyakiti profesi wartawan.

“Sangat disayangkan, seorang Kapolres bisanya menghina profesi wartawan. Apakah memang dia (Kapolres, red) tidak suka sama wartawan? Jika tidak suka, bukan berarti harus menghina wartawan,” kata Iqbal kepada wartawan, Senin (28/08).

Untuk itu, pengacara muda Asal Sorong ini meminta agar penghinaan (profesi wartawan, red) yang diduga dilakukan oleh Kapolres Waykanan, harus diusut lewat jalur hukum, sehingga hal serupa tak terulang.

Senada, mantan wartawan era 90-an jebolan yang kini sebagai Direktur LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy menilai, tindakan Kapolres tersebut merupakan sikap tak terpuji serta telah memenuhi unsur pidana.

Lebih jauh dikatakan, jika dicermati sesuai dengan pemberitaan dan berdasarkan keterangan saksi di lapangan, berdasarkan UUD Pers dan pasal 310 dan 311 KUHPidana, maka Kapolres ini harus kooperatif untuk menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda setempat.

“Menurut saya, ini merupakan tindakan tidak terpuji yang ditonjolkan figur pimpinan. Dan ini telah mengandung unsur penghinaan sesuai termuat dalam pasal 310 dan 311 KUHPidana,” terang Warinussy melalui sambungan telepon kemarin.

Untuk itu, lanjut dia, kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran semua pihak, terutama jajaran TNI/Polri yang bersinggungan langsung dengan para pekerja pers. (cr-80)

Tinggalkan Balasan