Rilis perhitungan cepat atau quick count Pilgub Papua Barat oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA bekerjasama dengan Jaringan Isu Papua (JIP) di Kota Sorong, Rabu (15/2). Rilis tersebut menempatkan DOAMU unggul atas pasangan IMAN dan MADOM.

Hitung Cepat, LSI: DOAMU Menang

SORONG, Cahayapapua.com— Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA bekerjasama dengan Jaringan Isu Papua (JIP) menggelar perhitungan cepat (quick count) pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua Barat, Rabu (15/2). Hitung cepat tersebut menempatkan pasangan nomor urut 1 Dominggus Mandacan – Mohamad Lakotani (DOAMU) sebagai pemenang Pilgub Papua Barat.

Peneliti LSI, Komar Adrian mengatakan, pasangan DOAMU dalam hitung cepat tersebut memperoleh 54,32 persen suara, diikuti Irene Manibuy – Abdullah Manaray (IMAN) 17,33 persen suara dan pasangan Stephanus Malak – Ali Hindom (MADOM) 28,35 persen suara.

“Data sampel yang masuk (perhitungan cepat) ke kami sebesar 83,00 persen dan sampling error kurang lebih 1 persen. Untuk tingkat partisipasi pemilih sebesar 80,89 persen,” kata Komar dalam rilis hasil perhitungan cepat di ruang pertemuan Arfak II, Belagri Hotel, Sorong, Rabu (15/2) malam.

Distribusi suara hasil quick count Pilgub Papua Barat berdasarkan wilayah Papua Barat I yakni Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama, kandidat nomor urut 1 memperoleh suara 56,07 persen, kandidat nomor urut 2 peroleh suara 19,57 persen, kandidat nomor 3 peroleh 24,36 persen total 100 persen.

Papua Barat II yakni Kota Sorong, nomor urut 1 peroleh suara 39,91 persen, nomor urut 2 peroleh suara 16,71 persen, kandidat nomor urut 3 peroleh suara 43,38 persen total 100 persen.

Papua Barat III yakni, Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak, kandidat nomor urut 1 peroleh suara 74,63 persen, nomor urut 2 peroleh suara 16,46 persen, nomor 3 peroleh suara  8,91 persen total 100 persen.

Papua Barat IV yakni Kabupaten Maybrat, Sorong Selatan dan Tambrauw, kandidat nomor urut 1 peroleh suara 57,97 persen, kandidat nomor 2 peroleh suara 19,55 persen, kandidat nomor urut 3 peroleh suara 22,48 persen.

Sedangkan wilayah Papua Barat V, lanjut Komar, yakni Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Sorong, kandidat nomor urut 1 peroleh suara 32,78 persen, kandidat nomor 2 peroleh suara 14,73 persen dan kandidat nomor urut 3 peroleh suara 52,49 persen.

Dalam pengambilan sample quick count di Papua Barat, pihaknya mengambil sampel di 400 TPS secara acak dan proporsional dari 2.855 TPS di Papua Barat.

Lebih lanjut Komar Adrian mengklaim hasil quick count tersebut cukup aktual dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Salah satu prestasi kita adalah pada pemilihan presiden sebelumnya dimana kita tercatat sebagai lembaga yang paling presisi dengan data hasil akhir KPU yang bedanya hanya 0,15 persen,” ujar Adrian.

Sementara itu pasangan Dominggus, Lakotani beberapa jam setelah perhitungan suara di tingkat TPS pada sejumlah kabupaten selesai, menggeluarkan pernyataan kepada publik Papua Barat.

“Alhamdulillah Puji Tuhan. Terima kasih seluruh rakyat PB (Papua Barat),” kata Lakotani yang dikutip Cahaya Papua kemarin malam. Pernyataan singkat tersebut disampaikan melalui facebook pribadinya Mohamad Lakotani, yang sudah disukai lebih dari 600 warga facebook. (NSR/*)

Tinggalkan Balasan