Para Remaja di Manokwari Ikut Meramaikan Karnaval Hari AIDS se Dunia

HIV/AIDS Ancaman Nyata Bagi Peradaban di Tanah Papua

‘Cegah dan Lindungi Diri, Keluarga dan Masyarakat dari HIV/AIDS dalam rangka Perlindungan HAM’ demikian tulisan pada spanduk yang dibawa salah satu kelompok peserta karnaval dalam rangka peringatan Hari AIDS se-dunia, Senin petang.

KARNAVAL ini diikuti ratusan peserta yang didominasi anak muda dan remaja Manokwari mengambil star dari halaman RSAL Manokwari dan finis di halaman kantor gubernur Papua Brat di Jalan Siliwangi.

Asisten III Sekda Papua Barat Fransiskus Kosamah melepas rombongan karnaval mewakili Gubernur Papua Barat Abraham O.Atururi.

Di sejumlah spanduk lain tertera tulisan ‘Stop Aids, No free sex, No rugs’. Ada pula ‘No more AIDS’ juga ‘HIV Cukup di Saya.‘ Ini menjadi seruan moral kepada semua masyarakat agar mewaspadai penyebaran HIV/AIDS di tanah Papua, khususnya di Papua Barat yang dari hari ke hari kian merajalela.

Gubernur Abraham O.Atururi dalam sambutan tertulis dibacakan asisten III Setda Papua Barat Fransiskus Kosamah menegaskan, HIV/AIDS kini telah menjadi ancaman nyata bagi peradaban manusia termasuk pula di Papua Barat.

Bagaimana tidak, sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2013 mendapatkan fakta 2,3 persen penduduk Papua Barat telah terinveksi virus yang sampai saat ini belum ditemukan penawarnya itu.

“Ini menjadi tantangan ke depan bagi kita semua. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan. Pemprov sendiri telah berkomitmen untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran HIV/AIDS di provinsi tercinta ini, “ demikian Bram, sapaan karib Gubernur.

Gubernur juga menyerukan agar orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak dikucilkan dari pergaulan sehari-hari di tengah masyarakat. “ODHA jangan dipinggirkan karena mereka juga bagian dari masyarakat, “ pesan orang nomor satu Papua Barat ini.

Pesan senada disampaikan ketua panitia Karnaval Hari AIDS, Agus S dari Kanwil Kumham Papua Barat. Karnaval yang diikuti ratusan orang melibatkan berbagai elemen masyarakat itu menjadi bukti masyarakat di Manokwari sesungguhnya peduli dengan bahaya HIV/AIDS.

Dia berharap, apa yang dilakukan kemarin menjadi momentum untuk bisa mengurangi penyebaran HIV/AIDS di seluruh wilayah Papua Barat sekaligus menyadarkan masyarakat agar bersama-sama mendukung upaya penanggulangannya.

“Semua orang harus terlibat untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Program penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan secara berkesinambungan, “kata Agus.

Agus juga mengingatkan agar masyarakat tidak mendiskriminasi para pengidap HIV/AIDS baik dalam pergaulan sehari-hari, dalam pekerjaan maupun dalam aspek kehidupan lainnya.

“Para ODHA juga berhak menikmati apa yang seperti kita orang kebanyakan rasakan dan jalani. Jangan ada stigma dan diskriminasi bagi mereka karena itu melanggar HAM, “ lanjut Agus

Karnaval Hari AIDS diikuti setidaknya 35 grup yang berasal dari kelompok pelajar dan mahasiswa, komunitas gereja dan masjid, organisasi kepemudaan hingga masyarakat umum. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan