Pengobatan gratis di Lapas Manokwari.

HPN 2017, Ratusan Narapidana Dapat Pengobatan Gratis

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Ratusan Narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari memperoleh pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, Senin (30/1).

Kegiatan yang digelar Solidariras Pers Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat (PB) dengan menggandeng Rumah Sakit TNI AL Manokwari tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2017 mendatang.

Pengobatan gratis tersebut warga Lapas, terlihat setiap warga binaan, baik tahanan laki-laki dan perempuan ikut memanfaatkan kesempatan itu dengan mengantri untuk menunggu giliran pemeriksaan kesehatan.

Pada kegiatan itu Solidaritas Pers Manokwari juga menyerahkan sejumlah koran bekas khusus pada narapidana pengrajin tangan secara simbolis oleh Ketua HPN Gustafo Wanma bersama Sekretaris HPN Kris Tanjung didampingi Kepala Lapas Luluk Koentjoro.

Luluk mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kegiatan sosial ini begitu disambut baik oleh warga binaan. Kita lihat sendiri antusias mereka,” tutur Luluk  kepada sejumlah awak media siang kemarin.

Ibrahim Bora (48) yang ditemui pada kegiatan tersebut menuturkan kegembiraanya lantaran mendapat kesempatan untuk memeriksa kesehatan dan memperoleh sejumlah obat. Selain itu sebut dia, dengan adanya pembagian koran bekas dirasakan cukup membantu bagi para narapidana yang kesehariannya membuat berbagai bentuk kerajinan tangan.

“Saya hari ini cukup senang, kita bisa diperiksa kesehatan geratis dan dapat bantuan koran. Ini luar biasa, bagi kami cukup membantu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala RSAL manokwari melalui Letda Laut K dr Ricky Permata Irzal selaku koordinator dari tim medis mengatakan, bahwa pihaknya tak menyangka antusiasme warga binaan begitu besar untuk mengecek kesehatannya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagian besar hasil pemeriksaan tersebut, mengeluh sakit malaria, ISPA, gatal-gatal, batuk, pilek dan demam. Dan kata dia, jika dari hasil pemeriksaan ini terdapat penyakit yang memerlukan pengobatan lanjutan, maka pihaknya akan memberikan rekomendasi pada pihak Lapas untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

“Kalau memang nanti ada penyakit yang perlu dirawat lebih lanjut, kami akan di koordinasikan atau memberikan catatan khusus dengan pihak Lapas,” ujarnya. (TNJ)

 

Tinggalkan Balasan