Bupati Bernadus Imburi dan rombongan disambut warga saat tiba di Jende, Ibukota Distrik Roon dalam rangka kunjungan kerja perdana

Ibukota Distrik Roon di Wondama Masih Jadi Perdebatan

WASIOR, CAHAYAPAPUA.com –  Pusat pemerintahan  distrik Roon yang selama ini berada di Jende ternyata masih menuai perdebatan di antara masyarakat kampung Jende sendiri dengan kampung Mena.

Dua kampung ini memang berbatasan langsung dan nyaris tidak ada batas sama sekali. Wilayah Jende dan sekitarnya yang sebagian besar merupakan bukit mengakibatkan pemukiman masyarakat hampir semuanya dibangun berdekatan di atas laut. Hal ini lah yang membuat batas antar kampung Jende dan Mena menjadi tidak jelas.

Selain itu, riwayat masa lalu yang masih dipegang teguh juga menjadi dasar warga kedua kampung terus mempersoalkan letak ibukota distrik Roon. Persoalan ini kembali diangkat masyarakat kedua kampung tersebut pada saat kunjungan kerja Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi bersama Wakil Bupati Paulus Indubri ke Jende, Selasa(19/7) lalu.

“Ibu kota distrik Roon ini sebenarnya ada di mana, “ ujar Albert Manau, kepala kampung Jende dalam sesi tanya jawab.

Secara administratif, kampung Mena masih tergabung dalam kampung Jende. Karena itu warga juga meminta Pemda memekarkan Mena menjadi kampung definitif terpisah dari Jende.

Terkait hal itu, Asisten I Jack Ayamiseba meminta warga setempat untuk bersabar. Pemda, akan mengambil langkah terbaik sehingga pro kontra terkait letak ibukota distrik Roon bisa dituntaskan agar tidak menimbulkan perpecahan diantara masyarakat Jende dan Mena.

“Kita akan kaji sesuai aturan yang berlaku. Dalam waktu dekat tokoh masyarakat di Jende dan di Mena kita akan duduk sama-sama untuk bicarakan secara baik-baik soal ini. Tapi sesuai administrasi pemerintahan, sampai saat ini ibukota distrik Roon ada di Jende, “ ujar Ayamiseba.

Selaku putra asli pulau Roon, Ayamiseba menghimbau warga distrik Roon untuk tidak mempersoalkan hal-hal yang tidak produktif namun berpikir jauh ke depan demi kemajuan distrik Roon sendiri.

“Saya ajak orang Roon untuk berpikir cerdas, berpikir 200 tahun ke depan supaya Roon ini bisa maju dan tidak terus tertinggal.

Dalam kesempatan itu, warga Roon yang mendiami 4 kampung juga meminta Bupati agar memperhatikan layanan pendidikan dan kesehatan yang dinilai masih belum memadai.

“Kami minta ada jalan keliling pulau ini karena di sini tempat sempit jadi tidak Puskemas atau sekolah di taruh di kampung lain , “ kata Hengki Waromi, ketua RT di kampung Jende. (BRV)

Tinggalkan Balasan