Ilustrasi. Foto: Ist

Ijazah Palsu Ditukar dengan Babi

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Aparat Kepolisian Resor Manokwari akhirnya melimpahkan tersangka dan berkas kasus pemalsuan ijazah palsu yang dilakukan dua oknum guru berinisial RP dan MA di Manokwari Selatan, kepada Kejaksanaan Negeri Manokwari, Senin (17/11/2014).

Dalam penyidikan polisi, kedua tersangka tak hanya memalsukan ijazah, tapi juga memperjual belikannya. Ijazah yang dipalsukan mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum kejari Manokwari, Irna Indira, SH mengatakan, pemalsuan ijazah itu dilakukan dengan cara scan.  Ini dilakukan para tersangka untuk mendapat  blangko ijazah kosong. Blangko kosong itu kemudian digandakan dan diisi data-datanya berdasar identitas orang lain (pemesan,  red).

“Keduanya akan dituntut pasal 263 KUHP,” katanya kepada wartawan usai menerima pelimpahan berkas tahap kedua itu.

Polisi menangkap para tersangka secara terpisah 16 September lalu di kabupaten Manokwari Selatan. RP ditangkap di Kampung Kobrey,  Distrik Ransiki, sedangkan MA ditangkap di Kampung Dembek, Momiwaren.

Dari tangan tersangka RP ditemukan 36 lembar blangko kosong ijasah Sekolah Dasar. Selain itu terdapat 56 ijasah palsu yang identitasnya sudah diisi. Sementara dari tersangka MA ditemukan ijasah palsu sebanyak 16 lembar serta 31 blanko ijasah yang masih kosong.

Selain sejumlah blangko ijazah palsu, dari tangan mereka juga ditemukan barang bukti berupa 14 stempel yang juga palsu, salah satunya stempel Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari.

Laporan masyarakat menyebut bahwa pelaku telah beroperasi  kurang lebih 3 tahun di Manokwari. Namun setahun belakangan mereka beroperasi di Manokwari Selatan. Mereka diperkirakan telah mencetak dan menyebarkan sebanyak 200-an lebih ijazah palsu.

“Satu ijazah dijual dengan harga 1,5  hingga 2 juta rupiah. Bahkan ada 5 sekolah di luar dan di dalam kota Manokwari yang pernah membeli ijazah itu,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Manokwari, Ajun Komisaris Polisi  Iryanto John beberapa waktu lalu.

Kepada polisi, RP mengaku berhasil menjual sejumlah ijasah bodong itu kepada warga di Distrik Momiwaren. Sementara MA belum berhasil, namun saat ia ditangkap sejumlah ijasah yang ditemukan polisi di TKP, sudah siap jual. Selain bayar tunai, warga juga menukar ijazah itu dengan babi dan piring adat.

Kasus pemalsuan dan peredaran ijazah palsu ini menampar dan melecehkan dunia pendidikan terlebih karena kedua tersangka sehari-hari berprofesi sebagai guru.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Manokwari, Barnabas Dowansiba mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait aksi beberapa oknum guru yang mengedarkan ijazah palsu di Kabupaten Manokwari. Itu sebabnya ia kaget saat kasus ini mengapung ke permukaan, apalagi stempel yang dipalsukan adalah cap institusi yang ia pimpin.

Barnabas menyatakan pihaknya menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke aparat penegak hukum.  Bila kedua tersangka memang terbukti melakukan pemalsuan dan mengedarkan ijazah palsu maka oknum guru tersebut harus diadili sesuai hukum yang berlaku. “Konsekuensinya harus mereka tanggung,” tegasnya.| PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan