Maubat, salah satu perantau dari Cianjur, Jawa Barat

Ikhtiar kaum urban di tanah rantau Manokwari

Kabupaten Manokwari, Papua Barat, merupakan salah satu daerah tujuan bagi perantau. Berbagai profesi digeluti sebagai ikhtiar kaum urban mengais rizki di negeri orang.

MAUBAT, salah satu perantau dari Cianjur – Jawa Barat memilih untuk fokus menjalani usahanya sebagai pedagang keliling. Baginya Manokwari menjadi satu lokasi strategis untuk menjajakan dompet, jaket, sendal, sepatu, dan sabuk pinggang produksi Cibaduyut yang ia bawa.

“Sejak tahun 2004 saya sudah berkeliling Papua, termasuk ke daerah Wamena dan Timika. Di sini hasil penjualanya lumayan dan memang rata-rata di setiap daerah Papua sama,” katanya.

Sektor usaha, terutama berdagang menjadi mayoritas profesi yang digeluti para perantau yang datang dari wilayah Jawa, Sulawesi, Sumatra, Maluku dan beberapa daerah lain. Selain berdagang, sektor jasa pun menjadi pilihan bagi para perantau.

Di Manokwari terdapat dua pasar tradisional yakni pasar Sanggeng dan pasar Wosi. Warga perantau punya andil cukup besar dalam aktifitas perdagangan di dua pasar tersebut.

Pakain, peralatan rumah tangga, hingga kuliner seperti bakso, mi ayam, coto makassar, sate menjadi menu yang melengkapi dua pasar tersebut. Selain pasar, pedagang dari berbagai daerah ini menjadi penghias malam di pinggiran jalan dengan berbagai menu makanan yang beraneka ragam.

Manokwari merupakan daerah berkembang dengan berbagai persoalan ekonomi hingga sosio budaya dan politik. Sebagai ibu kota provinsi pemerintah pun terua menggenjot pembangunan infrastruktur di kabupaten tertua ini.

Cukup banyak perantau yang memanfaatkan momentum tersebut menjadi sumber penghidupan, baik sebagai kontraktor, pemborong atau pun sekedar bekerja sebagai buruh bangunan.

Tak sedikit perantau di daerah ini menuai sukses dari usaha atau profesi mereka dan memilih untuk menetap menjadi warga Manokwari.

Nekat, berani dan tak kenal lelah menjadi modal berharga bagi mereka untuk menjadi perantau yang sukses.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Agus Hartanto mengutarakan, sektor swasta memberi andil besar dalam menjaga ketersediaan bahan pangan baik di Manokwari maupun daerah lain Papua Barat.

Selain itu, sektor usaha diyakini mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan di daerah tersebut.

BI terus menggenjot pertumbuhan usaha terutama mikro dan kecil yang berbasis pada perempuan Papua. BI pun mendorong daerah agar Papua Barat menjadi daerah mandiri Pihaknya ingin ada komoditas unggulan yang bisa menjadi icon daerah.

Beberapa kali BI membawa pelaku usaha di Papua Barat untuk mengikuti pameran tingkat nasional dan internasional. Pendampingan pun dilakukan untuk meningkatkan kemandirian mereka mengelola usaha.

Manokwari adalah Kabupaten tertua di tanah Papua. Daerah ini terus berkembang seiring semangat pembangunan yang digaungkan pemerintah.

Keterlibatan pelaku usaha dalam perkembangan daerah cukup besar dan menjadi penting untuk diperhatikan. (TOYIBAN)

Tinggalkan Balasan