Aksi pemalangan SD YPK Ellim Malanu, Sorong yang dilakukan oleh sejumlah orang tua murid, bersama pemilik hak ulayat, pada Senin (9/2/2015). | Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Ikutkan Anak, Orang Tua Murid Palang SD YPK Elim Sorong

SORONG,CAHAYAPAPUA.com–— Puluhan Orang Tua Murid Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Elim, dan pemilik hak ulayat sekolah tersebut, Senin (9/2/2015) pagi sekitar pukul 08.00 WIT, memalang gerbang sekolah itu lantaran menolak pergantian Kepala Sekolah (Kepsek).

Para Siswa dan orang tua murid meminta agar Salomena Segidifat tetap memimpin sekolah tersebut. “Kami selaku orang tua murid menginginkan agar kepala sekolah yang memimpin di SD YPK Elim Malanu adalah anak-anak dari GKI. Entah dari GKI mana ka, yang penting harus dari orang GKI. Kalau tidak kami akan larang anak kami untuk tidak sekolah, sampai walikota turun bertemu dengan kami disini,” kata salah satu orang tua murid, Else Metuti.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Harian Majelis Jemaat (PHMJ) Ellim Malanu, Yohanes Mainolo. Dirinya mengusulkan kepada Pemerintah Kota Sorong untuk meninjau kembali pelantikan kepala Sekolah Dasar YPK Ellim, Rosita Wakdaron, pada tanggal 6 Februari 2015 lalu.

Pihaknya kuatir asset milik YPK Ellim, yang merupakan anak dari GKI Klasis Sorong akan menjadi milik kepala sekolah yang baru dilantik itu.

“Saya katakan demikian karena sebelumnya pihak Wakdaron mengkalim bahwa tanah tersebut adalah milik asset YPK Ellim Malanu, namun, disatu sisi, keluarga Wakdaron melakukan aksi teror kepada pihak sekolah,” kata dia.

Menurut Mainolo, tanah yang luasnya 100×100 meter persegi itu adalah asset SD YPK Ellim Malanu, yang dilepaskan pada tahun 1973. Namun yang menjadi persoalan adalah, diatas tanah tersebut ada dua pelepasan adat. |CR-73