Kepompong yang yang diamankan dari seorang wisatawan Prancis di Manokwai, telah berubah menjadi kupu-kupu yang indah berwarna kuning keemasan. (doc.cahayapapua )

Imigrasi Manokwari perketat pengawasan tempat wisata

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kantor Imigrasi Manokwari memperketat pengawasan di tempat-tempat pariwisata di daerah tersebut.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Manokwari Abdullah di Manokwari, Rabu, mengatakan, tempat wisata menjadi sasaran karena rentan terjadi penyalahgunaan visa kunjungan.

“Kita mengantisipasi jangan sampai ada wisatawan yang membuat film dokumenter di lokasi pariwisata kita. Itu tidak boleh,” katanya.

Menurutnya, bagi warga negara asing yang ingin membuat film dokumenter harus mengantongi ijin tinggal atau visa kerja. Selain itu yang bersangkutan harus memperoleh ijin dari Kementerian terkait.

“Visa kunjungan tidak boleh dan dengan visa kerja saja tidak cukup. Harus ada ijin dari Kementerian seperti Pariwisata, Kehutanan dan kementerian terkait lain tergantung tempat mana yang menjadi pembuatan film,” katanya menjelaskan.

Abdullah menyebutkan, saat ini pengawasan difokuskan di Taman kupu-kupu Pegunungan Arfak dan Taman Nasional Teluk Cenderawasih di wilayah Kabupaten Teluk Wondama dan Manokwari Selatan.

Pengawasan di lokasi wisata dilaksanakan secara berkala antara sepekan sekali hingga dua pekan sekali. Setiap kali turun, petugas menginap dilokasi pengawasan antara tiga hingga empat hari.

“Kami juga mengharap kerjasama masyarakat dan pihak hotel. Kita tidak mempersulit kunjungan warga negara asing asalkan mereka datang sesuai prosedur dan melaksanakan kegiatan sebagaimana mestinya,” sebutnya lagi.

Beberapa waktu lalu Balai Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan menangkap seorang warga negara asing yang kedapatan membawa kepongpong kupu-kupu sayap burung yang diambil dari taman kupu-kupu Pegunungan Arfak. (ibn)

Tinggalkan Balasan