Ilustrasi — Indeks demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Papua Barat .

Indeks demokrasi Papua Barat meningkat 0,38 poin

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Indeks demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Papua Barat pada tahun 2016 meningkat sebesar 0,38 poin dari tahun 2015.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat Endang Retno Subiyandani mengatakan, indeks Demokrasi tahun 2015 sebesar 59, 97 naik menjadi 60,35 pada 2016.

Dia menjelaskan, IDI merupakan indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Pengukuran IDI dilakukan dengan memperhatikan pelaksanaan dan  perkembangan tiga aspek  demokrasi.

“Yakni kebebasan  sipil,  hak  politik  dan lembaga-lembaga demokrasi atau institution of Democracy,” katanya.

Metodologi penghitungan IDI, dilaksanakan dengan mengacu pada empat sumber data yakni review surat kabar lokal,review  dokumen  seperti Perda dan Pergub, Focus Group Discussion (FGD),  dan  wawancara mendalam.

Endang mengutarakan, IDI Papua Barat pada tahun 2015 masuk dalam kategori buruk karena kurang dari 60 poin. Tahun 2016 membaik dan masuk dalam kategori sedang.

Peningkatan tersebut, ujarnya, dipengaruhi tiga aspek yakni kebebasan sipil yang meningkat 1,34 poin, lembaga demokrasi yang naik 2,04 poin. Aspek hak-hak politik mengalami kemunduran dan turun sebanyak 1,43  poin  dari 39,48 pada tahun 2015.

“Mulai periode  2015  kami menerapkan dua  indikator  baru yakni, fariabel dan peran birokrasi pemerintah  daerah,” sebutnya lagi.

Hal ini sebagai upaya penyempurnaan dalam menentukan indeks demokrasi. Diharapkan, IDI Papua Barat terus meningkat sehingga berdampak positif bagi proses pembangunan. (ibn)

Tinggalkan Balasan