Warga Kabupaten Pegunungan Arfak melakukan aktivitas pada suatu kegiatan di daerah tersebut kemarin. Legislator DPRD Kabupaten Pegunungan Arfak Orgenes Wonggor menyatakan, 95 persen warga daerah tersebut hidup dibawah garis kemiskinan yang salah persoalannya disebabkan minimnya infrastuktur dasar.

Infrastruktur Terbatas, Akar Kemiskinan Warga di Pegaf

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Origenes Wonggor mengatakan, 95 persen masyarakat di daerah tersebut masih hidup dibawah garis kemiskinan.

Menurut Origenes, kondisi ini terjadi karena mobilitas masyarakat di sebagian besar wilayah itu masih rendah. “Kondisi geografis mempengaruhi mobilitas dan aksesibilitas warga serta menimbulkan kompleksitas masalah dalam implementasi pembangunan,”kata Origenes kepada Cahaya Papua, Senin (14/9/2015).

Pegaf masih jauh tertinggal dari kabupaten lain. Banyak persoalan mendasar dihadapi warga antara, infrastruktur jalan, dan jembatan serta ketersedian listrik serta rumah layak huni bagi warga. Kondisi ini, lanjut Wonggor harus menjadi perhatian kepala daerah dan DPRPD.

Terkait program pembangunan rumah layak huni bagi warga, Wonggor menilai, perlu dibentuk Dinas Perumahan Rakyat. Hal itu harus dilakukan pemerintah difinitif.

Sehingga program pembangunan rumah layak huni berjalan terarah serta dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. “Ini menjadi catatan penting bagi DPRD. Kami akan mendorongnya melalui jaringan kerja sama yang dimulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat pemerintah pusat,” sebutnya.

Ia pun mengharap perhatian pemerintah provinsi serta pusat “Mari, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat lihat dan sayang kami yang ada di Pegaf. Kebutuhan rumah layak huni, pembangunan infrastruktur jalan, dan jembatan pasti bisa dipenuhi secara signifikan dalam 10 tahun,” katanya. |RASYID FATAHUDDIN