Kondisi jalan menuju Distrik Merdey, Teluk Bintuni, Papua Barat yang rusak parah.

Ini 9 Masalah Papua Barat Menurut Gubernur Atururi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Gubernur Papua Barat, Abraham Oktavianus Atururi akhirnya menyampaikan rancangan APBD Papua Barat tahun anggaran 2005 ke DPR Papua Barat, Sabtu (20/12/2014) dalam sidang paripurna DPRPB di Manokwari.

Berpidato di hadapan para wakil rakyat, gubernur menekankan 9 masalah utama, yang menurutnya merupakan masalah utama Papua Barat. “Masalah inilah yang menjadi tumpuan Pemprov dalam menyusun rencana kerja dan anggaran,” kata Bram—sapaan Abraham Oktavianus Atururi.

9 masalah itu diantaranya:

  1. Terbatasnya infrastruktur dasar wilayah, terutama infrastruktur transportasi sebagai akses ke kawasan terisolir
  2. Rendahnya SDM lokal
  3. Belum optimalnya upya pengurangan kemiskinan di kawasan terisolir
  4. Belum optimalnya tata kelola pemerintahan yang baik dalam koridor otonomi khusus
  5. Belum meratanya akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau dan berkesinambungan
  6. Belum optimalnya pemihakan bagi orang asli Papua
  7. Masih terdapat perbedaan dan pemahaman antara pemerintah dn masyarakat, penerapan nilai adat, nilai hukum, peran pemerintah daerah, serta tuntutan pembangunan dan wwasan kebangsaan yang dikuatirkan dapat memicu lammbannya proses pembangunan
  8. Besarnya harapan masyarakat akan perlunya pemberdayaan ekonomi daerah, khususnya ekonomi rakyat yang bertumpu pada realita dan karakteristik sosi-ekonomi masyarakat, dan;
  9. Masih terbatasnya infrastruktur daerah seperti jalan dan jembatan, juga kapasitas dan kualitas pelabuhan udara maupun laut.

Pembukaan sidang paripurna ini tidak dihadiri oleh 10 anggota DPRPB.

Wakil ketua DPRPB, Robert Manibuy mengatakan dewan berupaya mempercepat pembahasan RAPBD ini dan menetapkannya sebagai APBD sebelum 31 Desember 2014. |TOYIBAN

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG