Ilustrasi. | Kompas

Ini Hadiah bagi Peternak Manokwari yang Tidak Potong Sapi Betina Produktif

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—-  Dinas Peternakan Provinsi Papua Barat menjanjikan insentif khusus kepada para peternak sapi. Bagi petani yang memiliki sapi betina dengan usia 5 bulan ke atas dan bersedia memeliharanya dengan baik serta tidak menjual atau memotongnya akan diberi insentif Rp.500 ribu.

“Ke depan akan ada insentif kepada pemilik sapi. Kita rencanakan tahap awal untuk 4 kelompok (tani). Bagi anggota kelompok yang punya induk umur 5 bulan ke atas  diberi insentif 500 ribu. Maksudnya supaya petani jangan lagi memotong induk bunting atau betina yang produktif, “ kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Papua Barat Harry Uhi.

Harry menyampaikan itu pada acara penyerahan bibit sapi, kambing dan babi oleh Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Manokwari kepada kelompok petani ternak di Manokwari, di Kampung Udapi Hilir, SP-4 Distrik Prafi, Selasa (20/1).

Harry menjelaskan, penyediaan insentif itu merupakan salah satu upaya untuk menjaga populasi sapi di Papua Barat. Diharapkan hal  memberi rangsangan bagi para peternak sapi di Manokwari untuk tidak lagi menjual atau memotong sapi betina terutama yang masih produktif.

“Ini antisipasi kita untuk menekan penurunan populasi sapi kita, “ ucapnya.

Pemprov Papua Barat telah menetapkan kawasan pengembangan sapi potong dalam upaya mencapai target swasembada daging sapi. Saat ini Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Sorong menjadi wilayah dengan populasi sapi potong terbanyak.

“Makanya Manokwari dan Sorong kami prioritaskan. Kami upayakan untuk mempertahankan populasi sapi yang ada jangan sampai turun, “ tutup Harry.

Pada menjelang Idul Adha yang lalu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Manokwari Kukuh Saptoyudo juga sudah menyerukan  larangan sapi betina produktif tidak dijadikan sebagai hewan kurban. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan