Ilustrasi. | Kompasiana

Inilah Empat Nama yang Diprediksi Alfons Maju Pilkada Bintuni

BINTUNI,CAHAYAPAPUA.com– Pada tahun ini masyarakat Teluk Bintuni akan kembali dihadapkan pada pesta demokrasi, yaitu pemilihan umum kepala daerah (Pilkada), sehingga bisa dikatakan tahun 2015 menjadi tahun politik.

Menanggapi kondisi ini Bupati Teluk Bintuni Alfons Manibui pada pertemuan dengan segenap pejabat mengingatkan agar semua pihak berperan untuk menjamin proses politik tersebut berlangsung dengan damai dan aman.

Diakui tahun ini merupakan tahun terakhir bagi dirinya untuk memimpin kabupaten Teluk Bintuni yang telah dua periode dipimpinnya. Alfons mengharapkan proses pergantian kepemimpinan nantinya harus berjalan dengan baik.

“Proses pergantian kepemimpinan harus terjadi dengan baik. Jangan terjadi dengan perkelahian, jangan berujung dengan berkelahi,” harapnya.

Meskipun kandidat Bupati hingga saat ini masih simpang siur dan belum terdaftar di komisi pemilihan umum (KPU), namun Bupati telah memprediksikan sebanyak empat nama yang akan maju pada pilkada 2015.

Keempat nama tersebut yaitu, Wim Fymbay yang saat ini menjabat sebagai Sekda Teluk Bintuni, Daniel Asmorom yang masih menjabat sebagai ketua DPRD Teluk Bintuni, Agustinus Manibui yang disebut merupakan salah satu pejabat di Merauke dan Piet Kasihiu yang saat ini masih menjabat sebagai kepala Bappeda Kabupaten Tambrauw.

Pada pertarungan politik, bupati mengharapkan agar keempat kandidat tersebut tidak mengorbankan kekeluargaan yang telah terbangun dengan baik di daerah ini.“Wim tidak boleh berkelahi dengan Agus, tidak boleh dengan Daniel, tidak boleh berkelahi dengan Pit. Pilkada jalan sebagai proses yang harus dilalui tanpa harus mengorbankan kekeluargaan. Wim, Agus, Daniel, Piet saudara semua, semua anak-anak teluk. Bertarung tapi tidak harus berkelahi,”pesannya.

Pada pilkada mendatang bupati meminta agar semua pejabat maupun kepala dinas ikut berperan menciptakan kondisi yang sejuk di hati semua masyarakat supaya proses politik terjadi dengan baik.“Kalau itu bisa terjadi secara baik, maka enak bagi kita. Untuk apa kita bikin kabupaten kalau berkelahi terus, lebih baik atur aman-aman tidak perlu berkelahi. Boleh berpihak tapi jadilah pemberi kesejukan. Jaga kepentingan bersama kita adalah aman, damai, tentram supaya kita bisa maju,”ungkapnya.

Alfons menegaskan para pejabat dipersilahkan untuk ikut memilih tetapi dilarang untuk ikut berkelahi.“Siapa yang menang itulah pemimpin kita. Siapa yang menang adalah penerus kita. Masing-masing punya hak dan kewenangannya untuk memutuskan,”pungkasnya. | ARI MURTI

Tinggalkan Balasan