Ilustrasi Penyerapan-Anggaran

Inspektorat usulkan tiga jurus optimalkan serapan anggaran PB

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Inspektorat Provinsi Papua Barat mengusulkan tiga jurus jitu untuk mengoptimalkan serapan anggaran di daerah tersebut yang saat ini baru sekitar 28,39 persen.

Inspektur Papua Barat Sugiyono di Manokwari, Senin, mengatakan, serapan anggaran Papua Barat masih cukup rendah. Perlu usaha keras dan tindakan tepat serta solusi yang tidak bertabrakan dengan aturan. “Pekan lalu kita sudah menggelar rapat evaluasi yang menghadirkan ULP (Unit Layanan Pengadaan) dan seluruh SKPD. Kita evaluasi dengan menggali akar masalah atas lambatnya proses tender pekerjaan,” kata Sugiyono.

Ia menyarankan tiga solusi yang dapat dilaksanakan OPD untuk mengoptimalkan anggaran daerah tahun 2017 tersebut. Solusi pertama paket proyek bernilai kurang dari Rp500 juta bisa dilakukan dengan penunjukkan langsung kontrakto dari kalangan pengusaha asli Papua.

Solusi kedua, kata dia, paket yang  bernilai besar dapat dipecah-pecah dengan nilai masing-masing Rp.500 juta. Sebagai bentuk pembinaan terhadap pengusaha asli Papua konsep konsep tersebut dinilai tidak melanggar undang-undang.

“Pekerjaan dipecah-pecah menjadi Rp.500 juta yang penting untuk pengusaha asli Papua,tidak boleh untuk pengusaha yang lain. Penujukan langsung bagi pengusaha asli Papua diatur dalam peraturan presiden,’’ucapnya.

Langkah ketiga yang harus ditempuh, lanjut dia, OPD, ULP, dan Pokja harus bekerja secara sinergi dan cepat. Koordinasi dibutuhkan agar tidak proyek dikerjakan secepatnya.

Menurutnya, Sekda Papau Barat menekankan agar pada awal September 2017 seluruh dokumen kontrak proyek siap dan sudah ditandatangi. Mengingat batas waktu tahun anggaran 2017 semakin sempit. “Lelang proyek ini lambat karena karena ternyata ada koordinasi yang kurang bagus. Ini harus segera diperbaiki, OPD harus berkoordinasi dengan ULP tidak boleh langsung ke Pokja,” katanya menambahkan.

Pemerintah Papua Barat, ujarnya melanjutkan, akan kembali menggelar rapat evaluasi proses lelang pada Selasa (29/8). Rapat akan dilaksanakan dikantor gubernur dengan melibatkan pihak-pihak terkait. (ibn)

Tinggalkan Balasan