PT SDIC Papua Cement Indonesia (SPCI) atau yang lebih dikenal dengan Pabrik Semen Maruni di Distrik Manokwari Selatan, Manokwari.

INVESTASI PABRIK SEMEN MANOKWARI SUDAH MENCAPAI 1300 MILIAR

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com — PT SDIC Papua Cement Indonesia (SPCI) atau yang lebih dikenal dengan Pabrik Semen Maruni secara resmi memulai tahap awal pemasangan alat pembakaran bahan mentah semen atau klinker.

Pemasangan alat produksi pembakaran bahan mentah semen ini merupakan bagian dari jalur lini produksi yang direncanakan dapat memproduksi 32 ribu ton semen dalam sehari.
Kepala Bidang Administrasi PT SDIC Papua Cement Indonesia Huang Wen Qing mengatakan, pemasangan alat pembakaran bahan mentah semen yang dimulai sejak Selasa (1/9) ini, direncanakan selesai pada Juni 2016.

Perusahaan asal Tiongkok ini juga merencanakan membangun alat pembakaran bahan mentah kedua yang belum diketahui kapan akan dimulai. Namun perusahaan menyatakan kemungkinan besar akan dimulai setelah proses produksi tahap pertama berjalan.

Selain alat pembakaran, proses kontruksi yang saat ini juga sedang berlangsung diantaranya pembangunan pembangkit listrik, pelabuhan besar dan pelabuhan kecil.

Rencananya pembangkit listrik tuntas dibangun Mei tahun depan, pelabuhan besar Maret atau April dan pelabuhan kecil akhir bulan ini. Proyek konstruksi pabrik semen dimulai dari pemasangan pondasi hingga pemasangan peralatan. Untuk pemasangan fondasi, seluruhnya telah selesai.

Perusahaan yang pernah didera masalah tenaga kerja asing ilegal ini menyatakan investasi yang telah terserap dalam tahap kontruksi hampir mencapai Rp. 1.300 miliar atau sekitar 32 persen dari total rencana investasi.

“Ini untuk kemajuan dalam konstruksi, kualitas, dan pengelolaan pengawasan keamanan atau keselamatan kerja secara keseluruhan,” kata Huang Wen kemarin.
Huang Wen menyatakan, proses kontruksi yang telah dimulai sejak awal tahun ini bisa berlangsung baik karena mendapat dukungan pemerintah pusat, pemerintah setempat dan warga sekitar.

“Tahap konstruksi dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana konstruksi. Untuk langkah berikutnya kami akan memperkuat kemajuan konstruksi, pengelolaan keamanan atau keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan,” ujar dia. |RASYID FATAHUDIN