Kebun kakao.

Investor asing lirik pengembangan kakao di Manokwari Selatan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Bupati Manokwari Selatan, Papua Barat, Markus Waran mengutarakan akan ada tiga investor manca negara yang akan membangun pabrik pengolahan kakao di daerah tersebut.

Ditemui di Manokwari beberapa waktu lalu, Bupati mengatakan, beberapa waktu lalu pertemuan bersama investor asal Belanda, Australia dan New Zeland sudah dilakukan.

Pertemuan yang dilaksanakan di Jakarta tersebut, kata bupati, membahas lebih lanjut rencana investasi yang akan dilakukan di daerah otonomi baru tersebut.

Dia menjelaskan, di Manokwari Selatan terdapat 4.000 hektare lebih perkebunan kakao. Dahulu perkebunan tersebut dikelola oleh PT Coklat Ransiki namun sudah macet sejak beberapa tahun lalu.

“Kita akan hidupkan kembali perkebunan tersebut. Pengelolaan akan dilakukan melalui koperasi yang melibatkan para mantan karyawan dan masyarakat pemilik hak ulayat,” kata dia.

Waran menyebutkan, Koperasi sudah terbentuk dan siap bekerja mengelola kebun Kakao yang berada di wilayah Ransiki dan sekitarnya. Pemerintah daerah akan menggulirkan dana segar sebagai stimulan pengoperasian koperasi tersebut.

Dari 4.000 hektare lahan kakao peninggalan PT Cokran tersebut, 1.400 diantaranya masih berproduksi dan dikelola masyarakat secara perseorangan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada mereka, termasuk para karyawan yang pernah menuntut hak kepada PT Cokran. Mereka menyambut positif pemerintah daerah dan siap terlibat,” kata bupati pula.

Bupati berharap, revitalisasi perkebunan kakao ini membawa dampak baik baik bagi warga maupun pemerintah daerah. Kehadiran Investor pun diharapkan untuk meningkatkan peluang ekspor salah satu komoditas unggulan daerah ini.

“Para investor ini akan bekerja sama dengan koperasi. Dalam waktu dekat mereka akan berkunjung untuk meninjau lokasi pembangunan pabrik dan kebun kakao kita,” kata Waran lagi.(ibn)

Tinggalkan Balasan