Isak Kalaibin

Isak Kalaibin : Semua Elemen Harus Menjaga Kamtibmas

SORONG, Cahayapapua.com—- Isak Kalaibin, salah satu terpidana kasus

makar yang terjadi tahun 2013, mengajak seluruh pihak baik dari TNI/POLRI dan masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban demi menciptakan suasana damai. Apalagi saat ini menjelang pelaksanaan hari kemerdekaan RI ke-71 tahun 2016. “Itulah harapan saya untuk kita semua agar bisa menjaga kamtibmas secara bersama-sama. Hal ini sudah saya lakukan pertama kali ketika menyerahkan diri pada 8 Mei 2013 secara suka rela mempertanggung jawabkan perbuatan yang mengantar saya menjadi Narapidana,”kata Isak Kalaibin, Kamis (11/8/2016). Terpidana yang sudah menjalani hukuman selama 3,3 tahun per 8 Agustus 2016 ini mengatakan sudah banyak yang didapatkan selama menjalani hukuman di Lapas Kelas IIB Sorong, khususnya masalah pelayanan yang diberikan pihak Lapas baik kepada dirinya maupun tahanan serta Narapidana lainnya antara lain pelayanan kesehatan, ketrampilan, dan kerohanian dalam membina mental spiritual seluruh warga binaan Lapas. “Pembinaan di dalam Lapas ini sangat membantu kami warga binaan, banyak yang telah kami peroleh, namun ada satu masalah yang sering saya secara pribadi alami yaitu masalah makanan yang disajikan kebanyakan tahu tempe,” jelasnya. “Kami disini memang bukan mau minta yang lebih tapi alangkah baiknya bila ada keluarga yang datang saat kegiatan pembinaan petugas lebih mengutamakan kunjungan keluarga dulu. Saya ini anak Papua, kalau makan tahu tempe terus kan tidak bisa,” lanjut Isak. Menjelang pelaksanaan hari proklamasi 17 Agustus 2016 ini, komandan TPN/OPM wilayah III Kepala Burung ini mengatakan, dirinya juga akan ikut mengambil bagian untuk berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak Lapas Sorong. Mengenai berbagai kegiatan kelompok yang berseberangan dengan NKRI selama dirinya menjalani hukuman, Isak mengatakan, dirinya sudah tidak ikut perkembangan lagi. Dirinya hanya fokus menjalani hukuman saja yang tinggal tiga bulan lagi dan tidak mau ikut campur segala macam urusan tersebut. “Jangan libatkan saya lagi dalam masalah-masalah tersebut, untuk kegiatan menjelang tanggal 17 ini saya ikut. Selama ini pun setiap tahun upacara bendera selalu saya ikut walau hanya berdiri paling belakang. Saya tidak bisa pungkiri hati nurani saya. Biar ini menjadi pelajaran berharga buat saya,” tuturnya. Isak berharap kepada semua pihak untuk selalu menjaga  keamanan dan ketertiban di wilayah Sorong Raya dan Papua Barat pada umumnya. (NSR)

Tinggalkan Balasan