Bupati Manokwari saat menghadiri Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW tingkat Kabupaten Manokwari dilaksanakan di halaman Masjid Baitul Hikmah Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Senin kemarin.

Isra’ Mi’raj Dirangkum dengan Hari Integrasinya Papua ke NKRI

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pelaksanaan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tingkat Kabupaten Manokwari dilaksanakan di halaman Masjid Baitul Hikmah Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Senin (1/5/2017).

Acara ini juga digandeng dengan peresmian masjid Baitul Hikmah dan Hari Integrasi Papua ke NKRI.

Dikatakan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Hikmah Maftuhin, agenda Isra Mi’raj Muhammad SAW sengaja diseting bersama tasakuran telah dibangunnya masjid lantai satu, dan hari kembalinya Papua Barat ke NKRI.

“Pembangunan ini menghabiskan anggaran 700 juta rupiah, anggaran yang dibutuhkan 1,8 miliar untuk menyelesaikannya. Saat ini lantai satu bisa digunakan dan pembangunan lantai 2 dalam proses pengerjaan” ujarnya.

Ketua PHBI Kabupaten Manokwari H.Abdul Rochim mengatakan Isra’ Mi’raj Ukhwah Islamiah Umat Muslim di Kabupaten Manokwari menjadi digelarnya tablik akbar tersebut.

Hikmah Isra’ Mi’raj yang sedianya akan diisi oleh Ketua MUI Papua Barat, karena berhalangan mengikuti pertemuan dengan kementrian Agama di Jakarta digantikan oleh H. Muhammad Thalib, yang mengisi ceramah selama 1 jam.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Manokwari Sudirman Simanihuruk mengatakan, dengan aktualisasikan nilai-nilai ibadah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi tema yang sangat sentral.

“Nilai-nilai agama untuk berbangsa dan bernegara serta mempertahankan NKRI, kita mampu menggerakkan intelektualitas kita untuk menentukan sejauh mana kita sebagai warga negara yang baik,” ujarnya.

Dikatakan juga, pada dasarnya manusia cenderung untuk menyombongkan diri dan menganggap dirinya serba bisa hingga melupakan Tuhan dan orang lain. Hal tersebutlah yang perlu di hilangkan dengan pengaktualisasian ibadah dalam kehidupan.

Sementara itu, Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan, berpesan mengingat pentingnya Isra Miraj, agar seluruh umat Muslim jangan hanya seremonial semata namun makna yang terkandung didalamnya.

“Kita harus bisa merubah kesalahan menjadi kesholehan, celakalah yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Sholat 5 waktu harus terus dilaksanakan, karena inilah yang menjadi identitas umat Muslim,” katanya.

Dikatakan juga peresmian masjid ini akan dilanjutkan dengan menjadi tugas kita bersama untuk menyelesaikannya, agar nyaman dan dapat digunakan dengan baik. (ACS)

Tinggalkan Balasan