Pengurus Organisasi Masyarakat Papua Peduli Otsus di tanah Papua ketika menggelar jumpa pers, kemarin.

Jabatan Kapolda Papua Barat Dipersoalkan, Royke Berjanji Bekerja dengan Hati

MANOKWARI, Cahaya Papua.com-Organisasi yang menamakan diri Masyarakat Papua Peduli Otsus di tanah Papua mempertanyakan jabatan Kapolda Papua Barat yang bukan dijabat oleh Orang Asli Papua.
“Sesuai UU 21 tahun 2001 Bab XVIII Pasal 26 ayat 2 disebutkan bahwa Orang Asli Papua berhak memperoleh kesempatan dan diutamakan mendapat pekerjaan dalam semua bidang pekerjaan di wilayah Provinsi Papua berdasarkan pendidikan dan keahliannya,” kata Ketua Organisasi, Yosmin Wanimbo kepada wartawan, Kamis (6/8/2015).
Selain itu, UU 21 Tahun 2001 Bab XIII Pasal 48 ayat 5 menyebut Pengangkatan Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Papua dilakukan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia dengan Persetujuan Gubernur Provinsi Papua.
Dalam Pasal 49 ayat 4 menyatakan penempatan perwira, bintara, dan tamtama Kepolisian Negara Republik Indonesia di Luar Provinsi Papua dilaksanakan atas Keputusan Kepala Kepolisian Negara Repubulik Indonesia dengan memperhatikan sistim hukum, budaya dan adat istiadat di daerah penugasan.
Untuk itu pihaknya meminta penempatan Kapolda Papua Barat saat ini mengacu pada mekanisme UU Otsus Nomor 21 tahun 2001. “Situasi dan kondisi Papua dan Papua Barat ini memerlukan Orang-orang Asli Papua yang berintelektual untuk memimpin sehingga dapat lebih memahami kondisi, budaya, dan kebiasaan hidup orang asli Papua,”jelasnya.
Kabid Humas Polda Papua Barat yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan pergantian jabatan Kapolda Papua Barat telah meminta pertimbangandari gubernur Papua dan Papua Barat sebagaimana diatur dalam UU Otsus pasal 48 ayat 5.
Sementara ituKapolda Papua Barat baru, Brijend Pol Drs Royke Lumowa menyatakan berkomitmen akan memberikan pelayanan dengan hati yang tulus sesuai semboyan Polda Papua Barat Waja Keema Nenekapoka (melayani dengan hati).
“Tidak boleh orang datang ke mari ambil rejeki, terus pulang ke kampungnya terus kasih tinggal Papua, tidak seperti itu. Kita harus bertanggung jawab, memberikan pengabdian, pengorbanan, karena kita yang datang ke sini mencari rejeki. Untuk itu berikanlah sumbangsih untuk Papua sehingga semua saling menguntungkan tidak ada yang dirugikan,” kata Royke dalam acara pisah sambut kapolda Papua Barat Rabu malam lalu di Manokwari.
Kapolda juga berpesan agar semua anggota Polri yang berada di Papua Barat dapat menjalani komunikasi yang baik dengan masyarakat serta tokoh-tokoh dan membuka diri kepada masyarakat.
Royke juga mengatakan akan melanjutkan tugas Kapolda Papua Barat sebelumnya, dimana hal-hal yang baik tetap dilanjutkan kembali, sehingga kesinambungan dalam membangun Papua Barat tidak dimulai dari titik awal.
“Kita jangan ulang dari nol, ibarat orang lari estafet kita ambil yang estafetnya, sehingga hal-hal baik yang telah dirintisselama enam bulan ini itu yang akan saya teruskan,” jelasnya. |ADITH SETYAWAN
EDITOR : BUSTAM