Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Teluk Wondama, Metusalak Boseren.

Jadikan pisang komoditi unggulan, setiap tahun dibuka 5 Ha lahan untuk Pisang Raja

WASIOR, Cahayapapua.com— Kendati menghadapi banyak hambatan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama tetap berupaya menjadikan pisang sebagai komoditi unggulan daerah.

Sejak 2010, setiap tahun Dinas Pertanian selalu mengembangkan setidaknya 5 hektar lahan untuk pengembangan pisang dengan skema perkebunan rakyat. Jenis pisang yang dipilih sebagai komoditi unggulan adalah pisang barangan dan pisang raja karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

“Tahun ini ada pengembangan di Nanimori (distrik Kuri Wamesa) sekitar 10 hektar pisang raja. pisang raja yang banyak dicari dan punya nilai ekonomi cukup tinggi, “ ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Metusalak Boseren di kantornya, Rabu (2/8).

Boseren mengakui, perkebunan pisang terutama pisang barangan dan pisang raja selama ini tidak terlalu nampak. Ini karena pengembangannya tidak dilakukan pada satu kawasan yang luas karena polanya adalah perkebunan rakyat.

Masyarakat menanam secara terpisah-pisah sesuai lahan yang tersedia. “Memang belum banyak yang tahu tapi setiap bulan sebenarnya ada pisang dibawa ke luar terutama ke Biak dan Manokwari itu sampai ton-ton, “kata Boseren.

Dia berharap, ke depan, tidak hanya buah pisang yang dibawa keluar, tetapi juga dalam bentuk produk olahan pisang dengan sentuhan kreatif sehingga bisa menjadi oleh-oleh khas dari Wondama.

“Sementara ini belum tapi kita harapkan ke depan bisa ada produk olahan seperti kripik supaya menambah nilai ekonomisnya, “ kata mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan ini. (brv)

Tinggalkan Balasan