Warga jemaat memadati ibadah syukur HUT PI ke-163 di Gereja Jemaat Gunung Sion, Iriati, Teluk Wondama.

Jaga Papua dengan spiritualitas dan iman yang dengar-dengaran

WASIOR, Cahayapapua.com— Badan Pekerja Am Sinode GKI di Tanah Papua menyerukan agar umat Kristen di Tanah Papua terus meningkatkan semangat spiritual dalam kehidupan sehari-hari dengan selalu rajin berdoa dan beribadah kepada Tuhan.

SPIRITUALITAS yang tinggi serta iman yang dengar-dengaran menjadi solusi bagi Tanah Papua untuk bisa memulihkan kembali kehidupan masyarakat yang dewasa ini penuh dengan berbagai persoalan akibat kemerosotan moral.

Melalui surat yang dibacakan pada ibadah syukur perayaan hari ulang tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua ke-163 di Wasior, Senin (5/2), BP Am Sinode GKI menyoroti degradasi moral yang kini  mewabah di Tanah Papua.

Kepedulian sosial  semakin menipis dan rasa persaudaraan kian terasa jauh. Orang-orang lebih suka larut dalam kepentingan duniawi dan berlomba mengejar pangkat, kedudukan maupun status sosial dan semacamnya.

Di bagian lain penyakit masyarakat seperti minuman keras, HIV/AIDS, Narkoba, KDRT hingga pengrusakan lingkungan hidup terus terjadi dan semakin masif.

Sudah saatnya kita memberi pupuk untuk tanah ini dengan nilai spiritual dan iman yang dengar-dengaran.  Nilai spiritual membuka tabir peradaban, memerangi kegelapan dan memberi motivasi dan keyakinan akan masa depan,” demikian pesan dalam surat yang ditandatangani Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris BP Am Sinode GKI di Tanah Papua.

Ditegaskan lagi bahwa spritualitas yang tinggi  serta iman yang teguh akan Yesus Kristus merupakan solusi bagi Tanah Papua untuk bisa mengatasi berbagai krisis moral juga berbagai kejahatan yang terjadi dewasa ini.

“Kita perangi segala bentuk kejahatan yang terjadi sekarang ini. Karena itu kita harus bersikap tegas mulai dari diri sendiri, keluarga dan persekutuan di masyarakat. Mari kita bangun semangat kekeluargaan dengan persaudaran yang memiliki nilai spritualitas yang tinggi.”

Senada dengan itu, Bupati Teluk Wondama Bernadus A. Imburi juga mengajak warga gereja di Teluk Wondama agar selalu mengandalkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu di dalam lingkungan masyarakat akan selalu tercipta kedamaian dan rasa saling mengasihi.

“Kita semua akan saling baku sayang, tidak baku marah, tidak baku maki dan tidak baku benci. Itu semua akan ada kalau kita saling mengasihi. Bukan hanya hari ini saja tetapi sepanjang kehidupan kita,” ujar Imburi.

Ibadah syukur HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua ke-163 dipimpin Pendeta Maya Tehopori, STh dan Pendeta Antipas Pariri, SSi. Ibadah secara meriah ini dihadiri ratusan jemaat dari berbagai gereja di kota Wasior dan sekitarnya.

“Injil datang untuk mempersatukan. Oleh karena itu kita semua harus bersekutu, tidak boleh lagi ada perbedaan antara agama, pemerintah dan adat,” seru Pendeta Antipas Pariri dalam khotbahnya. (brv)

Leave a Reply

%d bloggers like this: