Petugas KPAD Kabupaten Sorong Selatan bertemu menjelang peringatan hari AIDS dunia pada 1 Desember mendatang.Kabupaten Sorong Selatan menempati peringkat keempat kasus HIV/AIDS di Papua Barat dengan jumlah penderita 161 jiwa.

Jajaran KPAD Sorsel Bertemu Jelang Hari AIDS Dunia

TEMINABUAN, CAHAYAPAPUA.com— Menjelang peringatan Hari AIDS Sedunia, 1 Desember 2015, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) menggelar rapat persiapan di Sekretariat KPAD Kabupaten Sorsel, Rabu (25/11).

Rapat persiapan Hari AIDS sedunia tersebut sekaligus untuk menyusun program kerja serta langkah kebijakan pengendalian HIV/AIDS tahun 2016 di Kabupaten Sorsel. Rapat kerja yang digelar dari pukul 10:00-13:00 wit dibuka secara resmi oleh Plh. Bupati Sorsel, Drs. Ajis.

Plh. Bupati Sorsel Ajis mengatakan kegiatan tersebut merupakan momen yang penting untuk mengkaji secara bersama terkait HIV/AIDS di Kabupaten Sorsel.

Dikatakannya akibat penyakit HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) terhitung sejak tahun 2005 sampai September 2015 terdapat 150 kasus HIV di Kabupaten Sorsel. AIDS sebanyak 2 penderita, IMS 251 penderita dan yang sudah meninggal dunia sebanyak 5 penderita.

“Untuk menyelesaikan masalah ini kita harus bersinergi dengan pihak-pihak lain, terutama dari komponen masyarakat, kepolisian dan instansi lainnya seperti gereja dan masjid,” pintanya.

Dirinya mengimbau semua pihak dan masyarakat Kabupaten Sorsel dapat memanfaatkan layanan Klinik VCT yang sudah disediakan oleh Pemda.

Pemkab Sorsel telah menyediakan sarana umum dalam mengakses pelayanan HIV/ AIDS  DAN IMS diantaranya Klinik VCT RSUD Scholoo Keyen  yang mulai dibuka sejak tahun 2011, Klinik VCT PKM Satelit; Puskesmas Teminabuan, Puskesmas Moswaren, Puskesmas  Wayer, Puskesmas Sawiat, dan Puskesmas  Inanwatan.

Sementara situasi HIV/AIDS di Provinsi Papua Barat dalam paparan yang disampaikan Kepala Kantor KPAD Kabupaten Sorsel, Supandar Adianto, menyebutkan situasi HIV/AIDS di Provinsi Papua Barat hingga 21 Oktober 2015, Kabupaten Sorsel masuk pada peringkat keempat tertinggi.

Total penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sorsel sebanyak 161 penderita, AIDS sebanyak 2 penderita dan 1 penderita meninggal dunia.

Mengakhiri paparannya Supandar Adianto yang sehari-hari menjabat sebagai Kabid P2L Dinkes Kabupaten Sorsel mengatakan saat ini pihaknya menerapkan program Nge TOP (Temukan  Obati  Pertahankan) dalam penganggulangan HIV/AIDS di daerah itu.

Satu langkah kebijakan yang mendasar; Meningkatkan cakupan Tes HIV; Menekan Penularan IMS; Meningkatkan  Cakupan ARV;  Mempertahankan Resistensi Pengobatan ARV; Menjamin Mutu Pemeriksaan Laboratorium; Monitoring  dan Evaluasi Data. |NASIR