Kukuh Saptoyudo. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

Pembangunan Pabrik Pakan Ternak di Manokwari Batal

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Pemerintah Kabupaten Manokwari harus gigit jari. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membatalkan rencana pembangunan pabrik pakan ternak yang sedianya berlokasi di Kampung Mantedi, Distrik Masni.

Ini terjadi setelah proses lelang selama tiga kali di Jakarta gagal mendapatkan pemenang. Kabarnya, tidak ada kontraktor yang berminat mengerjakan proyek tersebut.

Kepastian itu diketahui Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (P3) Kabupaten Manokwari Kukuh Saptoyudo mendapat informasi sewaktu dirinya mengecek kepastian pembangunan pabrik dimaksud langsung ke Kemenperin di Jakarta sekitar dua minggu lalu.

Dari keterangan yang diperoleh Kukuh, pihak Kemenperin mengaku sebelumnya sudah bersurat ke Bupati Manokwari menanyakan kesiapan Kabupaten Manokwari.

“Tapi sampai tiga bulan tidak ada jawaban, jadi dianggap tidak siap. Kemudian ditambah lagi lelangnya di Jakarta sampai 3 kali gagal. Akhirnya Kemenperin tidak mau ambil resiko akhirnya dipilih batalkan saja, “ungkap Kukuh usai membuka kegiatan di Swiss-belHotel Manokwari, Kamis (4/12/2014).

Terkait pembatalan ini, pihak Kemenperin sendiri juga mengaku sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Bupati Manokwari.

Batalnya pembangunan pabrik pakan ternak membuat program perkebunan jagung yang disiapkan Dinas P3 Kabupaten Manokwari untuk mendukung pabrik pakan ternak tersebut terancam berantakan. Program itu sendiri sudah masuk dalam master plan pembangunan pertanian 2015-2019 provinsi Papua dan Papua Barat yang sudah secara resmi diajukan ke Kementerian Pertanian.

“Jadi itu sudah diprogramkan (perkebunan jagung), berarti akan dikembangkan. Karena untuk mendukung pabrik itu kan perlu ada perkebunan jagung. Kalau itu batal, bah, berarti itu PR besar buat kita, “ ujar Kukuh.

“Kementerian sudah oke, pengembangan (bidang pertanian) Papua – Papua Barat masuk, tetapi ternyata pabriknya batal. Ini bikin saya sakit kepala ini, bagaimana cara mengatasi ini nanti, “ lanjut dia.

Pemkab Manokwari sendiri sejak awal mendukung penuh rencana Kemenperin membangun pabrik pakan ternak tersebut. Terbukti, tidak beberapa lama setelah tercapai kesepakatan dengan pihak Kemenperin, Pemda melalui Bappeda langsung mempersiapkan lahan untuk lokasi pabrik.

Akhirnya didapatkan lahan di distrik Masni seluas 2 hektar. Selanjutnya beberapa bulan lalu, Pemda telah membayarkan ganti rugi tahap pertama sebesar 500 juta.

“Petunjuk dari Kemenperin bahwa kalau program sudah dibatalkan itu sulit (untuk dilanjutkan). Yang bisa mengubah kalau pimpinan daerah ke sana sendiri datang menghadap, “ imbuh Kukuh. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: BUSTAM