Kadistrik Sidey, Nikolas Manim bersama sejumlah kepala kampung se Distrik Sidey meninjau ruas jalan poros SP 10 menuju SP 11 yang terlihat berlubang. Bila turun sejumlah jalan di daerah ini sering digenangi air setinggi dada orang dewasa

Jalan Poros Sidey Berlubang dan Berdebu

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.comWarga dan beberapa kepala kampung di distrik Sidey mengeluh terhadap kondisi ruas jalan distrik tersebut. Hingga kini jalan utama yang membentang di sepanjang distrik itu masih berupa hamparan pasir dan koral.

Kepala kampung Sidey Makmur, Bambang Sri Dahono saat melakukan kunjungan lapangan bersama kepala distrik Sidey mengatakan,   jalan penghubung Kampung Sidey Baru SP 10 dan Sidey Makmur SP 11 yang dibangun sejak tahun 1994 hingga kini belum diaspal.

Kondisi jalan itu masih sama sejak kampung Sidey Makmur dibuka antara tahun 1993 hingga tahun 1994 lalu.  “Sejak warga transmigrasi menempati kampung Sidey Makmur jalannya tetap seperti ini, padahal jalan ini pernah dilewati gubernur dan para pejabat saat panen raya kedelei di kampung kami, 2013 lalu,” kata Bambang kepada wartawan, Sabtu (2/5/2015)

Saat panas, lanjut Bambang debu dari jalan tersebut berhamburan hingga mengganggu jarak pandang para pengendara motor maupun mobil. Sementara saat hujan jalan ini terendam air setinggi hingga dada orang dewasa,” Kalau mau lewat yah.. terpaksa berenang mas”imbuhnya.

Selain berbahaya bagi pengguna jalan,  akibat kondisi ini banyak pelajar sering mengurungkan niat mereka untuk pergi ke sekolah saat hujan turun .

Kepala sub sektor Pos Polisi Sidey, Anwar Ahmad  pun menyesalkan sikap pemerintah Kabupaten Manokwari. Pemkab  terkesan acuh terhadap persoalan ini. Anwar mengaku, dirinya sudah selama 19 tahun bertugas di Sidey. Selama itu pula mereka harus menahan diri menghirup debu jalanan dari jalan hamparan yang berada di depan rumahnya.       |RIZALDY