Ilustrasi Penyerapan-Anggaran

“Jangan Paksa Serap Anggaran, Lalu Pindah Tempat Tidur”

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2015 hingga awal September baru mencapai 36,70 persen.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Abia Ullu mengajak seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengejar keterlambatan daya serap ini. Ia ingin daya serap Papua Barat mencapai 90 persen diakhir tahun anggaran.

Meski demikian ia tak ingin seluruh SKPD mengabaikan kualitas pekerjaan masing-masing. Volume pekerjaan harus sesuai dengan anggaran yang dicairkan.

Abia mewanti-wanti SKPD untuk bekerja sesuai aturan dan tidak menciptakan proyek fiktif.”Tolong dilihat dilapangan. Jangan memaksa, lalu pindah tempat tidur. Kalau masih sayang istri, sayang suami, sayang anak, bekerjalah sesuai aturan, kita semua cari keselamatan,” kata Ullu kepada Cahaya Papua, beberapa waktu lalu.

Menurutnya masih ada waktu untuk memperbaiki serapan anggaran tahun ini, meski hanya sekitar tiga bulan.“Biar tidak sampai 100 persen, 95 persen sudah syukur, asal jangan ada yang susah,” terang Ullu.

Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan BPK RI harus dipertahankan. Untuk itu pihaknya akan melakukan penyaringan secara baik. Jika kedapatan ada proyek fiktif di SKPD hal itu akan di proses hukum.

“Saya akan memfilter itu semua, tidak ada fiktif. Kalau fiktif ya pindah tempat tidur, urusan dengan kepolisian, urusan dengan kejaksaan,” tutup Ullu.| DINA RIANTI