Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat, Origenes Nauw

Jaring Calon Potensial, Golkar Tempuh Survei

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat, Origenes Nauw mengatakan, seluruh perangkat partai akan melakukan penjaringan asipirasi terkait calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat periode 2017-2022.

“Tanggal 20 Februari nanti, kami akan melaksanalan rapat pimpinan daerah khusus untuk menjaring aspirasi dari seluruh pengurus partai se-Papua Barat,” kata Origenes usai mengikuti paripurna istimewa dalam rangka pelantikan ketua DPR Papua Barat, Kamis (11/2/2016)

Dia mengatakan, hasil penjaringan berupa nama-nama yang diperoleh selanjutnya, akan disurvei oleh partai dengan melibatkan lembaga survei yang kredibel.

Hasil survei tersebut dijadwalkan sudah bisa diketahui pada bulan Maret mendatang. Sehingga, calon Gubernur-wakil gubernur dari partai golkar sudah dapat dipublis ke masyarakat.

“Kader golkar yang akan maju sangat banyak. Bahkan, lebih banyak dari partai politik yang lain. Yang memiliki elektabilitas tinggi yang akan menang,” ujarnya.

Dikemukakan, sejumlah kader yang menyatakan kesiapan akan bertarung pada pilkada gubernur wakil gubernur antara lain, Stefanus Malak, Irene Manibuy, Alfons Manibuy, Lamberk Djitmau, Albert Torey, Dominggus Mandacan, dan Hermus Indouw serta sejumlah nama lain yang masih diinventarisir.

Survei yang dilakukan bertujuan untuk menghindari unsur subjektivitas dalam pencalonan. Sebab faktor emosional seperti ikatan keluarga, agama, dan relasi bisnis.

Bisa mempengaruhi keputusan lembaga bagi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. “Hal tersebut sangat tidak menguntungkan partai. Golkar sangat subyektif. Golkar akan mempersembahkan kader yang terbaik,” ungkapnya.

Ori sapaan akrabnya menegaskan, golkar pasti berkoalisi dengan partai lain untuk mencalonkan gubernur dan wakil gubernur pada suksesi papua barat 2017 mendatang.

“Golkar sementara melakukan komunikasi politik. Apalagi Golkar hanya mempunyai 7 kursi tentunya, tidak cukup. Masih butuh tambahan kursi lagi,” tuturnya.

Ori menambahkan, calon gubernur dan wakil guebrnur harus tersebut cerdas untuk membaca peta politik, menjalin komunikasi politik. “Semua kembali pada calon. Saya lihat bisa jadi ada 10 orang kandidat yang akan mencalonkan diri tetapi akhirnya hanya dua kandidat saja,” pungkasnya. |RASYID FATAHUDDIN