jelasberita.co Ilustrasi Jatah Beras PNS Papua Barat Tertunda

Jatah Beras PNS Papua Barat Tertunda

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—— Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari berbagai kabupaten di Papua Barat, Senin (8/6/2015) mendatangi kantor Gubernur Papua Barat di Jalan Siliwangi Manokwari.
Mereka datang menuntut kejelasan pembagian beras jatah pegawai yang terus ditunda, serta meminta agar PT. Irian Bhakti untuk kembali menangani penyaluran beras yang saat ini ditangani oleh PT.Tunas Papua.
“Kami ke sini untuk meminta beras kami yang selalu ditunda pembagiannya, dan kami mau hari ini juga kami menerima beras-beras kami,” kata salah satu demonstran asal Bintuni Abu Kinder dalam orasinya.
Kinder melanjutkan, selain itu dirinya juga menuntut agar Pemerintah Provinsi Papua Barat dapat menyelesaikan penundaan beras yang sering terjadi sejak tahun lalu dan tahun ini.
“Untuk itu kami meminta pengurusan penyaluran beras ini kami mau di kembalikan ke PT.Irian Bhakti, dan pemerintah harus melihat hal dengan serius karena ini berhubungan dengan kondisi kami sehari-hari,” jelasnya.
Perwakilan dari Kabupaten Menyambouw, Yosep K meminta pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan ini. Karena sejak ditangani PT. Tunas Papua penyaluran dan pembagian beras selalu bermasalah.
“Kami juga meminta kepada PT.Tunas Papua agar dapat menyelesaikan semua hak-hak karyawannya yang sudah 5 bulan tidak dibayarkan,” ujarnya.
Yosep juga meminta agar stok beras yang dibagikan harus stok beras terbaru dan pemerintah juga dapat memberdayakan petani-petani lokal yang berada di Papua Barat, agar hasil taninya dapat dimanfaatkan.
“Kami juga meminta gara beras yang dibagikan adalah beras yang bagus, jangan beras yang sudah disimpan sekian tahun baru dibagikan lagi kepada pegawai,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Papua Barat, Irene Manibuy mengatakan, semua aspirasi yang disampaikan akan diterima oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat, namun untuk menyelesaikan semua hal tersebut pemerintah meminta waktu untuk berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Saya minta semua aspirasi dibuat secara tertulis untuk disampaikan kepada Gubernur Papua Barat agar dapat ditindak lanjuti, untuk menjawab hal tersebut kami meminta waktu seminggu untuk menyelesakan hal tersebut,” jelasnya.
Irene menambahkan, dirinya akan berkoordinasi dan berjanji akan menyelesaikan hal tersebut. “Dan nanti beberapa hari kedepan kami meminta agar perwakilan untuk kita duduk bersama dan membahas hal ini,” tutupnya. | ADITH SETYAWAN