Vitalis Yumte

Jawaban Ketua MRP-PB Soal Status Mereka Setelah 12 April

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Majelis Rakyat Papua – Papua Barat menyerahkan sepenuhnya persoalan status keanggotaan MRP-PB periode 2011-2016 kepada kepada Menteri Dalam Negeri.

Ketua MRP- PB Vitalis Yumte menyatakan, Mendagri yang berhak memutuskan nasib 33 anggota MRPPB periode 2011-2016 yang masa baktinya bakal berakhir pada 12 April mendatang.

Yumte mengatakan, sesuai aturan sebelum masa bakti anggota MRPPB periode 2011-2016 berakhir, seharusnya tahapan pencalonan dan pemilihan anggota MRPBPB baru sudah harus dilakukan.

Namun sebelum itu, harus ada peraturan daerah provinsi tentang tata cara pemilihan anggota MRP-PB. Meske begitu sampai sejauh ini pemerintah masih menyusun Perdasi tersebut alias masih berupa rancangan. “Sampai saat ini Raperdasi sedang dikonsultasikan kepada masyarakat, “ kata dia.

Karena sampai saat ini Perdasi belum ada, sementara masa jabatan anggota MRPPB tinggal beberapa hari lagi, ia tidak dapat memastikan bagaimana status MRPPB setelah itu.

Soal kemungkinan jabatan anggota MRPPB saat ini diperpanjang, Yumte menyatakan hal itu belum bisa dipastikan. “Kita merujuk pada aturan,” kata Yumte soal jalan keluar terhadap status kelembagaan MRPPB.

Jikapun ada perpanjangan, menurut Yumte yang paling pantas berbicara soal itu adalah Menteri Dalam Negeri. Lebih jauh ketika ditanya soal komunikasi dalam upaya perpanjangan masa keanggotaan, Yumte hanya menyatakan bahwa pemerintah daerah yang paling bertanggungjawab untuk urusan itu.

“Pemerintah yang bertanggungjawab. Gubernurlah yang bisa jawab soal ada tidaknya perpanjangan, karena ini adalah kewenangan gubernur dan DPR (Papua Barat),” tandasnya. (ALF)

Tinggalkan Balasan