Ilustrasi Sembako padang-today.co

Jelang Lebaran, Telur dan Gula Mulai Menipis di Manokwari

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com–  Ketersediaan bahan kebutuhan pokok (Bapok) di Kabupaten Manokwari menghadapi bulan suci Ramadan serta hari raya Idul Fitri 1436 H diklaim masih aman hingga usai lebaran.

Meski demikian beberapa komoditi seperti gula, telur dan daging ayam masih membutuhkan tambahan pasokan karena stok yang ada sudah menipis.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi sub tim Bapok dan pengawasan 9 bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1436H di rumah dinas Wakil Bupati Manokwari, Jl. Brawijaya, Kamis (11/6).

Rapat dipimpin oleh Wabup Roberth KR. Hammar diikuti 13 pengusaha dan distributor Bapok di kota Manokwari beserta instansi terkait seperti Badan POM, Bulog dan Pertamina. Ikut hadir perwakilan dari Polda Papua Barat, Polres Manokwari, Fasharkan TNI AL, Kodim 1703.

Juga instansi teknis di lingkup Pemda seperti Dinas Perindagkop dan UMKM, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan dan Dinas Perhubungan dan Infokom.

Kepada pers usai rapat, Hammar mengatakan, beberapa distributor telah menyatakan kesiapannya menambah pasokan gula dalam waktu dekat guna menghindari terjadinya gejolak harga akibat stok yang terbatas.

“Kita antisipasi dengan mendatangkan lagi dari luar. Sudah ada beberapa distributor yang sudah bersedia mendatangkan lagi karena harga gula sudah mulai naik, “ ujar Hammar.

Sementara untuk telur dan daging ayam yang sudah menipis stoknya, Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (DP3) diharapkan segera berkoordinasi dengan para distributor agar secepatnya mendatangkan pasokan tambahan dari luar Manokwari.

“Kita harapkan semua bisa diantasipasi sehingga nanti semua bisa berjalan baik. Kalau semua berjalan baik (pasokan dari luar bisa segera masuk), saya yakni stok kita aman, “ lanjut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Papua Barat itu.

Menurut Kepala Seksi Keanekaragaman dan Keamanan Pangan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Nikson Karubaba, penyebab utama kelangkaan telur dan daging ayam adalah karena minimnya produksi lokal.

Sejauh ini produksi telur dan daging ayam lokal baru mampu memenuhi 5 persen kebutuhan secara keseluruhan setiap tahun. “Sisanya kita pasok dari luar, “ ucap Nikson pada kesempatan itu.|ZACK TONU BALA