Pelatihan peningkatan SDM koperasi dan UMKM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kemarin.

JELANG MEA: Pemerintah Papua Barat Genjot Kapasitas Koperasi dan UMKM

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Selangkah lagi masyarakat Indonesia akan memasuki era ekonomi Asean ditengah keterpurukan ekonomi dunia yang berimbas pada melemahnya sistem perekonomian Indonesia.

Kondisi keterpurukan ekonomi nasional dan dunia itu memicu pemerintah Indonesia dari pusat hingga daerah melakukan penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Melihat tantangan ekonomi dunia dalam konteks Masyarakat Ekonomi Asean, Dinas Koperasi dan UMKM provinsi Papua Barat telah menetapkan MEA sebagai isu utama tantangan ekonomi global, sehingga berbagai langkah dan upaya menyediakan SDM terampil dan penguatan kapasitas personal maupun kelembagaan UMKM dan Koperasi terus digalakan.

Demikian Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat Stepanus Selang usai mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan peningkatan SDM koperasi dan UMKM dengan tema “Pelatihan pengembangan KUMKM dalam menghadapai MEA tahun 2015 di provinsi Papua Barat” di hotel Holiday Park Manokwari, Selasa (7/9).

Upaya penguatan kapasitas personal maupun kelembagaan UMKM dan koperasi lebih mengarah pada pembentukan mental dan spirit pengusaha baik pemula maupun yang telah lama menjalankan usahanya, sehingga memiliki daya saing dan keunggulan tertentu.

“Dengan penguatan kapasitas melalui pelatian-pelatihan yang terus menerus dilakukan bagi pelaku usaha UMKM maupun koperasi, diharapkan dapat meningkatkan daya saing secara personal maupun kelembagaan, sehingga mampu barsaing dalam pasar MEA kedepan, ” Stepanus Selang menjelaskan.

Sementara Kepala Unit Akses Keuangan dan KUMKM Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat, Jakob Leunufna usai memberikan materi tentang akses KUMKM terhadap keuangan perbankan, menyatakan, BI sangat mendukung program pemerintah melalui instansi tekhnis terkait peningkatan daya saing KUMKM dalam mengahadapi MEA akhir 2015 mendatang.

Jakob kepada pelaku usaha mikro kecil dan menegah serta koperasi menyatakan, mereka harus siap bersaing dalam kancah pasar bebas Asean yang dikenal dengan sebutan MEA ini.

“Sebagai pelaku usaha koperasi, usaha mikro kecil dan menengah, harus siap bersaing dengan meningkatkan kualitas daya saing baik dari sisi manajemen, produktifitas, hingga pemasaran produk, sehingga dapat besaing dengan produk asing dalam pasaran ekonomi Asean,” pesan Jakob.

“BI sangat mendukung pemerintah daerah dalam mendorong program pemberdayaan UMKM, kita melihat banyak program pemerintah yang perlu kita bantu,” lanjut dia.

Jakob pun menyatakan dalam upaya mendorong pemberdayaan UMKM provinsi Papua Barat, BI akan memberikan dana stimulant (rangsangan) bagi UMKM melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang sifatnya terbatas untuk merangsang pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya. | MUHAMMAD RIZALDY

Tinggalkan Balasan