Ilustrasi Sidang Sengketa Pilkada

Jelang Putusan MK, Bintuni Siaga Satu

BINTUNI, Cahayapapua.com—– Menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang siapa pemenang pemungutan suara ulang (PSU) di Moyebe, Kabupaten Teluk Bintuni, daerah ini dinyatakan siaga satu.

Pernyataan ini disampaikan Danki Brimob Bintuni IPTU Dominggus Sainera. “Bintuni sekarang statusnya siaga satu. Dan sebagai langkah antisipasi jelang putusan MK, kita dapat tambahan dua pleton. Saat ini sudah ada satu pleton plus sebanyak 37 personil,” kata Danki Brimob kepada Cahaya Papua, Rabu (27/4/2016) kemarin.

“Selasa malam kami dapat petunjuk kenaikan status siaga satu. Tindaklanjutinya , saat ini anggota Brimob gencar patroli di beberapa titik rawan,” imbuhnya.

Tidak jauh beda dengan harapan semua pihak, Danki Brimob berharap, tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan pasca pengumuman MK nanti. Alhasil masyarakat bisa beraktivitas normal seperti biasa.

Hal senada disampaikan Komandan Koramil 1703-05 Bintuni, Mayor Inf. Mulyono. Terkait keamanan daerah, pihaknya siap membackup Polri dan berharap warga Bintuni tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

“TNI sendiri telah mempersiapkan personil yang siap diterjunkan jika dibutuhkan. Di Koramil maksimal 20 personil dan dari Kompi bisa 60 personil yang siap back up teman – teman Polri,” ujarnya.

Pantauan lapangan, pada H-1 menjelang putusan MK, situasi keamanan di kota Bintuni dan sekitarnya masih relatif aman dan kondusif. Masyarakat nampak masih melakukan aktivitas seperti biasanya.

Secara terpisah Polda Papua Barat menyatakan telah mengirim 90 personil Satuan Brimob Manokwari, Rabu (27/4), ke Kabupaten Teluk Bintuni untuk membantu pihak keamanan setempat menjelang penetapan hasil sidang Mahkamah Konstisusi.

Puluhan personil terdiri dari 2 Peleton Pasukan Anti Hura Hara PHH, 2 Regu Pasukan Tindak Anarkis dan 2 Intel Brimob yang dipimpin Wakaden A Brimob Manokwari.

Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP. Johan H Sitorus mengatakan selain 90 tambahan personil Brimob, saat ini terdapat satu pelaton atau 26 anggota Brimob di Kabupaten Bintuni.

Dia menyatakan pengiriman pasukan Brimob ke Kabupaten Teluk Bintuni untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sangketa Pilkada Ulang di Distrik Moyeba.

“Jadi 90 anggota Brimob akan mengasistensi dengan ditambah seluruh anggota Polres setempat,” kata Johan H Sitorus di rumah makan Salam Manis, Manokwari, Rabu (27/4).

“Keberadaan personil Brimob yang sudah dikirim ke Teluk Bintuni akan ditarik jika daerah tersebut dianggap betul-betul aman setelah hasil putusan MK,” kata Sitorus. (ART/MAR)

Tinggalkan Balasan