Terminal Prafi yang tak terurus.
Terminal Prafi yang tak terurus.

Jika Difungsikan, Terminal SP IV dan Masni Mampu Tingkatkan PAD

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manokwari tengah melihat peluang pemasukan PAD Kabupaten Manokwari dari sisi penyetoran retribusi di beberapa terminal yang ada di dataran Distrik Warpramasi (Warmare, Prafi, Masni dan Sidey).

Dimana, hal tersebut dapat terwujud jika dua terminal pusat yang berada di kawasan SP IV Distrik Prafi serta terminal yang terletak di Distrik Masni bisa difungsi oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari.

Plt.Kepala Dinas Hubkominfo Kabupaten Manokwari Alberth Simatupang mengatakan, jika dikelola dengan baik, maka pemerintah Kabupaten Manokwari akan mendapat pos pendapatan anggaran baru dari sisi penarikan retribusi kendaraan angkutan umum di kawasan Terminal SP IV dan terminal Masni.

Dikatakan, sejauh ini penarikan retribusi belum dilakukan pihaknya, mengingat kondisi kedua terminal tersebut yang sudah terbengkalai sejak dibangun belasan tahun silam.

Ia juga menuturkan, kedepan pihaknya akan mendata ulang semua aset yang terbengkalai itu, untuk selanjutnya akan dilaporkan kepada Bupati Manokwari selaku pengambil kebijakan pada pemerintahan Kabupaten Manokwari.

“Selama ini kami belum melakukan penarikan retribusi karena kita tau bahwa kondisi terminal ini tidak layak, sehingga kami juga tidak bisa menarik retribusinya,,”jelasnya.

Ia juga berencana, jika kedua terminal tersebut nantinya difungsikan maka setiap kendaraan melalui kawasan tersebut wajib menyinggahi dua terminal itu untuk melakukan laporan perjalanannya.

“Jadi kendaraan umum yang datang dari arah Tambrauw maupun Sorong harus mampir di Terminal Masni dan Terminal SP IV, dimana akan ada dua pintu untuk mengatur jalur kendaraan jadi ada pintu masuk dan ada pintu keluar,”tegasnya.

Namun ia juga berharap, guna menunjang aktifitas terminal, maka beberapa pasar di kawasan tersebut juga wajib diresmikan dan dihidupkan, karena sebuah terminal biasanya identik dekat dengan pasar tradisional.

Diketahui untuk terminal SPIV, sejauh ini para supir angkutan umum dengan jalur trayek F1 (Wosi-SP IV) masih menggunakan Terminal Bayangan yang terletak di lapangan sepakbola Kridatama Kampung Udapi Hilir, sedangkan untuk terminal Masni, para supir angkut dengan trayek F2 (Wosi-Masni) terpaksa harus mangkal dijalan utama untuk mencari calon penumpang yang hendak berpergian ke Kota Manokwari.

Andai saja kedua terminal tersebut difungsikan secara baik, maka PAD Kabupaten Manokwari diperkirakan dapat meningkat tajam, karena hampir sebagian besar masyarakat di kawasan Warpramasi masih mengandalkan angkutan umum sebagai alat transportasinya. (ACS)

Tinggalkan Balasan