Penjaga pantai mengenakan busana bertemakan Natal saat berpatroli keliling pantai yang dipenuhi wisatawan yang berlibur untuk merayakan Hari Raya Natal di pantai Bondi di Sydney, Australia, 25 Desember 2014. (AP Photo)

Jingle Bells Awalnya Lagu Pengiring Adu Pacuan Kuda

JAKARTA,CAHAYAPAPUA.com – Lagu Jingle Bells selalu dinyanyikan untuk memeriahkan perayaan hari Natal. Karena itu pula lagu ini menjadi sangat identik dengan perayaan Natal. Namun, Kyna Hamill, profesor sastra di Universitas Boston, yang juga Wakil Presiden Medford Historical Society, mengatakan Jingle Bells bukan lagu untuk mengiringi perayaan Natal.

Seperti yang dilansir laman CNN, Kamis, 25 Desember 2014, Hamill mengatakan Jingle Bells yang diciptakan pada 1850 itu, hanyalah tembang pengiring adu pacuan kuda. Menurut Hamill, Jingle Bells lahir di Medford, Massachusetts, Amerika Serikat. Katanya, lagu itu diawali dari kereta terbuka yang ditarik satu kuda. Seperti isi dalam liriknya: one horse open sleigh.

Menurut Hamill, James Pierpont, penciptanya, tak lebih dari seorang bajingan. “Dia pergi ke semua tempat dan meninggalkan istri dan ayahnya,” ujar Hamill. Dengan mudahnya Pierpont melupakan istrinya. Bahkan, saat istrinya meninggal, dia dengan cepat menikah lagi dan menelantarkan anak-anaknya. “Dia bahkan tidak datang ke pemakaman istri pertamanya.”

Hamill menjelaskan, sebenarnya Jingle Bells lagu yang dilantunkan saat minum-minum. “Jika Anda ingat salah satu industri terbesar di Medford, Masaschusets, adalah pabrik minuman keras. Jika benar-benar mencermati liriknya, mengingat ada pacuan kereta kuda di jalan ini, akan terlihat sebenarnya itu lagu untuk minum-minum,” ucap Hamill.

Menurut Hamill, Jingle Bells menggambarkan aktivitas di atas kereta kuda. Kegiatan seperti berjudi dan mabuk-mabukkan. Hamill meyakini Pierpont menciptakan lagu ini untuk ayahnya. Ia sangat membenci ayahnya. Lewat lirik ia melampiaskan bahwa dirinya sangat tidak ingin seperti ayahnya. Pierpont hanya ingin bersenang-senang.

Lantas kenapa menjadi lagu Natal? Hamill tidak tahu pasti. Yang jelas penduduk di Savannah, kota tua di Georgia, mengklaim kalau orang-orang Medford yang mencuri lagu Jingle Bells dari mereka. Dari versi penduduk Savanah, setelah istri pertama Pierpont meninggal, Pierpont memilih pindah ke Savannah. Ia menikahi anak perempuan Wali Kota Thomas Purse, Eliza Jane Purse.

Sejak itu, Pierpont mengubah jalan hidupnya dengan mengabdikan diri sebagai pastor di sebuah gereja. Pierpont juga menjadi pengarah musik. Saat memimpin jemaah, ia terus menyanyikan lagu Jingle Bells. Para jemaah menyukainya karena liriknya yang riang dan mudah dilafalkan. Mereka kemudian kembali menyanyikan Jingle Bells saat perayaan Natal.

Sejak itu pula Jingle Bells menjadi tembang mengiringi perayaan Natal. Di gereja tempat Pierpont bekerja, tertulis, “James L. Pierpont (1822-1893), komposer Jingle Bells, mengabdi sebagai pengarah musik di gereja ini pada 1850, ketika gereja ini masih menjadi gereja umum di Oglethorpe Square,” demikian bunyi pernyataan tersebut. |RINA ATMASARI /TEMPO.co

Tinggalkan Balasan