Jokowi disambut upacara di Jayapura, Papua, Sabtu (27/12/2014) (Liputan6.com/Katharina Janur)

Jokowi: Saya Menyesalkan Terjadinya Kekerasan di Paniai

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—- Presiden Joko Widodo menyesalkan peristiwa kekerasan yang terjadi baru-baru ini di Enarotali, kabupaten Paniai, Papua. Pernyataan ini ia sampaikan di Jayapura, Papua, Sabtu (27/12/2014).

“Saya ingin menyampaikan, menyesalkan terjadinya kekerasan di Enarotali, Paniai,” kata Jokowi, panggilan akrab presiden RI ke 7 ini, seperti dikutip Suara Pembaruan.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menyatakan ikut berempati kepada keluarga korban dalam peristiwa tersebut.

Jokowi ingin kasus di Paniai tersebut secepatnya diselesaikan. Ia juga tak ingin kasus kekerasan terulang kembali di Papua pada masa-masa akan datang.

Lalu apa alasannya sehingga Jokowi baru menyatakan pesannya ke publik soal kasus Paniai tersebut? Jokowi mengatakan, ia membutuhkan data yang valid sebelum mengeluarkan pernyataan kepada publik soal kasus tersebut.

“Buat apa saya bicara, jika saya belum bisa menyelesaikan masalah di Papua?” kata Jokowi seperti dikutip dari Liputan6. Ia mengatakan telah membentuk tim untuk mencari tahu penyebab kekerasan di Paniai.

Menurut Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) Pastor Neles Tebay, tim yang dibentuk itu akan mencari tahu permasalahan di Papua, bukan hanya pada kasus Paniai. Upaya itu menurut Neles Tebay sebagai cara agar Jokowi mengetahui akar masalah sebenarnya mengenai kekerasan di Tanah Papua.

“Ini komitmen beliau dan perlu didukung semua pihak,” ujar Neles.

Jokowi juga menjanjikan akan terus melakukan komunikasi dengan masyarakat Papua. Ia menyatakan kunjungannya kali ini akan digunakan untuk mendengar suara rakyat Papua.

“Saya melihat rakyat Papua tidak hanya butuh layanan kesehatan, pendidikan, pembangunan jalan, jembatan. Namun rakyat Papua juga butuh didengar dan diajak bicara,” ujar Jokowi seperti dikutip dari laman setkab RI. “Itulah sikap dasar saya dalam membicarakan persoalan-persoalan di Papua.”

5 warga sipil tewas —yang diidentifikasi sebagai pelajar SMA— awal pekan Desembar ini di Paniai. Peristiwa penembakan ini memicu reaksi masyarakat Papua dan mengundang simpati agar kasus ini diselesaikan.

Jokowi berkunjung ke Jayapura, Papua, untuk mengikuti Natal Nasional. Ia juga akan berkunjung ke Wamena, besok dan Kota Sorong, Papua Barat pada 29 Desember 2014.

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan