Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: include_once(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php:70) in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 1164
JPU hadirkan 5 saksi dalam kasus lahan sirkuit motor prix - Cahaya Papua
Suasana persidangan kasus korupsi pengadaan lahan Motor Prix.

JPU hadirkan 5 saksi dalam kasus lahan sirkuit motor prix

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Motor Prix di Kampung Bowi Subur, SP 6, Jalur 13 Timur, Distrik Masni, Manokwari kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu (14/2).

Sidang tersebut di pimpin Ketua Majelis Hakim, Andri Harsono. Hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Muslim dan Reza Pahlevi, terdakwa Elisa Sroyer yang juga mantan Kabiro Pemerintahan Setda Papua Barat dan terdakwa,  Zeth Ayal. Kedua terdakwa didampingi oleh kuasa hukum masing – masing.

JPU menghadirkan lima saksi yang merupakan mantan staf Elisa Sroyer untuk dimintai keterangannya. Mereka adalah, Jakop Jitmau selaku Kepala Bidang Aset Daerah pada BKAD Papua Barat, Basariah Wael, Cristian Elsomlo, Sadrat Saiba dan Ester H. Wambrauw.

Jakob Jitmau saat ditanya majelis hakim apakah lahan yang dibayar sudah dimasukan dalam daftar aset daerah, mengaku, tidak mengetahui mekanisme pengadaan lahan tersebut sejak  awal. “Saya tahu ada pengadaan tanah ketika berkas diserahkan. Selanjutnya kami melakukan rekonsiliasi terkait pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Mengenai proses pendaftaran aset lahan Motor Prix , Jakob Jitmau menjelaskan, hal itu ditangani oleh stafnya. Saat hakim memperlihatkan bukti SP2D atau Surat Perintah Pencairan Dana dan beberapa bukti lain, kerap dijawab saksi dengan kata tidak tau atau lupa.

“Yang jelas setelah anggaran Rp 2,9 miliar lebih dicairkan, tanah 8 hektar itu dihitung dalam aset daerah tidak bergerak berdasarkan hasil rekonsiliasi. Untuk proses pendaftaran, memang ada beberapa syarat administrasi yang belum terpenuhi,” ungkap Jakob Jitmau.

Saksi kedua, Basariah Wael menyatakan, mengetahui pengadaan tanah Motor Prix terganjal masalah hukum dari pemberitaan media massa. “Sebagai staf di Biro Pemerintahan Umum waktu itu,  saya mengetahui ada pengadaan tanah sirkuit dan bermasalah dari pemberitaan media massa,” akunya menjawab pertanyaan majelis hakim tentang peranannya dalam pekerjaan tersebut.

“Saya seharusnya mengetahui, tetapi saat itu tidak dilibatkan. Hanya staf Cristian sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK),” imbuhnya.

Tidak jauh berbeda dengan pernyataan Sadrat Saiba, selaku Bendahara Pengeluaran Biro Pemerintahan, Cristian Elsomlo selaku PPTK dan Ester H. Wambrauw yang saat itu menjabat Bendahara Pendataan Aset di Biro Pemerintahan.

JPU Muslim kepada wartawan usai sidang, mengatakan, mendengar kesaksian dari lima saksi tersebut, pihaknya menyimpulkan pengadaan lahan Motor Prix mendapat persetujuan langsung dari  terdakwa Elisa Sroyer dan dinilai tidak melalui mekanisme dan perencanaan yang jelas.

“Tadi disampaikan semua saksi. Artinya semua berdasarkan surat perintah Kabiro Pemerintahan. Untuk pembelian tanah hanya Rp 1,2 miliar sedangkan yang disetujui Rp 2,9 miliar. Berarti ada indikasi kerugian negara Rp 1,7 miliar lebih. Pertanyaannya sekarang, anggaran itu dikemanakan oleh para terdakwa,”ucapnya.

Pengacara terdakwa Zeth Ayal, Piter Walikin mengatakan, kliennya hanya sebatas perantara atau penghubung masyarakat dengan Biro Pemerintahan Setda Papua Barat. “Klien saya diminta tolong cari lahan oleh Kabiro Pemerintahan. Menurut klien saya, dia terima kuncuran uang dari bendahara sebesar Rp 1,5 miliar untuk kemudian digunakan membayar tanah tersebut,” ungkap Piter usai persidangan

Sementara kuasa hukum Elisa Sroyer, Petrus Wainei  menjelaskan, duit diberikan kepada Zeth Ayal lewat Bendahara Biro, karena terdakwa tersebut dikenal masyarakat setempat.

“Tanah itu sudah merupakan aset daerah karena telah dibayarkan kepada pemilik tanah seperti pengakuan bendahara Biro. Dan secara umum, keterangan lima saksi merupakan pernyataan yang meringankan klien saya,” nilai dia.

Pantauan lapangan, terdakwa Elisa Sroyer hadir dipersidangan didampingi istri dan kerabat. Dia mengenakan kemeja putih, sedangkan Zeth Ayal mengenakan kaos berkerah dan celana panjang. Sidang berikut akan digelar Rabu (19/2) pekan depan, dengan agenda mendengar keterangan saksi lainnya. |Adlu Raharusun

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: