Sekda Drs. Nataniel D. Mandacan Saat menyampaikan arahan penutupan kompetisi Bola Volly Pekan Olahraga Korpri Papua Barat ke III tahun 2015

Juara Umum POR KORPRI, Kontingen Fakfak Hanya Diberi Rp. 500 Ribu

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Meski mendulang prestasi sebagai juara umum pada pekan olah raga (POR) Korpri ke III Provinsi Papua Barat tapi kontingan kabupaten Fakfak merasa tak dihargai atas hasil gemilang tersebut.

“Kami butuh kejelasan. Jangan abaikan hak anak-anak ini, berprestasi kok dihargai cuma 500 ribu. Kami butuh kejelasan soal dana yang akan didapatkan setelah tiba kembali di Fakfak,” kata Ketua Bakor KORPRI Kabupaten Fakfak, Jerri Maryen, Kamis (26/11/2015).

Menurut Jerri, kondisi ini patut disampaikan agar diketahui secara terang benerang. Apakah tidak ada penghargaan yang akan diterima atas prestasi tim POR yang sudah berhasil meraih juara umum.

“Dana yang dijanjikan awalnya senilai Rp.1 miliar lalu, turun menjadi Rp.800 juta. Turun lagi menjadi Rp.650 juta hingga disampaikan bahwa, dana tersedia sebesar Rp.450 juta,” ujar dia.

Jerri mengakui, dana senilai Rp.150 juta telah dicairkan untuk membiayai perjalan kontingen dari Fakfak menuju Manokwari melalui jalur Kokas-Bintuni.

“Dengan segala keterbatasan, kita menghadiri iven perdana bagi Bakor Korpri Kabupaten Fakfak ini. Meski demikian, kita buka saja berpartisipasi tetapi berprestasi juga. Jadi, pantas kalau ada penghargaan,” tukasnya.

Total tim POR Kabupaten Fakfak mencapai 96 orang yang terdiri dari atlet, official, tenaga medis, keamanan dari Satpol PP, dan penggembira. Mereka menempuh perjalanan ke Manokwari melewati Kokas. Lalu mengunakan kapal cepat melewati Babo. Dan menempuh jalur darat menuju Manokwari. Tim POR menginap di mes sekolah sepak bola Kuri Tapu.

“Kita berangkat dengan keterbatasan. Lima cabang olah raga, semuanya diikuti. Kita peroleh 5 medali emas, dan 2 perak serta 3 perunggu. Ini suatu kebanggaan luar biasa karena, kami tc (training center) hanya satu bulan. Ini ada campur tangan Tuhan,” tutur Jerri.

Jeri menambahkan, setiap perserta dijanjikan mendapatkan uang saku sebesar Rp.150 ribu per hari, yang diberikan selama 14 hari sehingga totalnya menjadi Rp.2,1 juta.

“Barusan saya rasakan sesuatu yang dibatas kewajaran. Bicaranya uang besar, tapi realisasinya nol besar. Saya bangga dengan prestasi ini tapi saya sedih sekali dengan kondisi ini. Kapan sisa Rp.1,6 juta per peserta itu direalisasikan?,” imbuhnya mempertanyakan.

Jerri menegaskan, sisa uang yang menjadi hak bagi 98 orang kontingan POR harus jelas. “Ini disampaikan untuk memperbaiki yang masih kurang. Sehingga ada perencanaan yang akuntabel dan transparan,” kata Jerri seraya mengatakan rombongan bertolak ke Fakfak tanggal 28 November mendatang. |RASYID FATAHUDDIN