Ilustrasi

Kabupaten/ kota diminta serentak tekan kasus Malaria

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta seluruh daerah di provinsi tersebut serentak menekan kasus malaria. “Papua Barat masih berada posisi kedua teratas dari lima provinsi yang masih menjadi daerah endemis malaria.Pemerintah pusat sudah menggelontorkan program akselerasi eliminasi malaria, kita di daerah harus lebih serius,” kata gubernur di Manokwari, Rabu (18/10/2017).

Dia menyebutkan, sejak tahun 2009 angka kasus malaria di daerah tersebut terus menurun. Upaya daerah harus lebih fokus untuk mewujudkan Papua Barat bebas malaria.

Pada tahun 2009 kasus malaria di daerah ini masih mencapai 85 per 1000 penduduk. Data terakhir tahun 2016 menurun menjadi 18/1000 penduduk.”Kita harus wujudkan target paling lambat tahun 2027 Papua Barat bebas malaria. Itu target nasional, kalau bisa di daerah kita percepat lagi,” serunya.

Menurut gubernur dari 13 kabupaten dan kota, baru satu daerah yang bebas malaria, yakni Kabupaten Pegunungan Arfak. Sementara 12 daerah masih berstatus endemis tinggi hingga sedang. “Pegunungan Arfak tidak ada malaria karena didukung kondisi topografi. Suhunya dingin, sehingga tidak penularan. Nyamuk tidak bisa hidup di suhu dingin,” ujarnyai.

Selain malaria, gubernur pun mengajak seluruh daerah sinergi menekan dan mencegah kasus pengakit filariasis atau kaki gajah. Ia juga mengajak masyarakat mendukung program eliminasi penyakit tersebut. “Kaki gajah bisa menghambat pembangunan, pengidap penyakit ini bisa mengalami cacat permanen. Masyarakat harus berpartisipasi,”ajaknya.

Selain bebas malaria Pegunungan Arfak juga bebas filariasis. Daerah lain di Papua Barat masih berstatus endemis.Ia berharap, seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/ kota berkoordinasi dengan provinsi dalam mensukseskan program akselerasi eliminasi yang diluncurkan pusat. (IBN)

Tinggalkan Balasan