Kepala BMKG Manokwari Denny Putiray

Kabupaten Manokwari Kena Dampak Badai El Nino

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Hujan yang menguyur Kabupaten Manokwari akhir-akhir ini merupakan dampak dari Badai El Nino yang pada tahun 2015 lalu menghampiri Kabupaten Manokwari. Hal ini yang disampaikan Kepala BMKG Manokwari Denny Putiray, Senin (8/8/2016) siang.

Dijelaskan Denny, saat ini Kabupaten Manokwari belum memasuki siklus musim hujan, dimana hujan yang menguyur kota ini sering terjadi di tahun beritkutnya setelah mengalami El Nino.

“Tahun lalu kita El Nino dan jika dilihat dari pengalaman lalu maka hujan akan meningkat di tahun berikutnya setelah El Nino, jadi menurut saya memang ada keseimbangan juga,” jelasnya.

Denny menambahkan, efek lain dari musim hujan beberapa bulan belakangan ini disebabkan Lalina, dimana beberapa titik di belahan Papua Barat mengalami tekanan rendah, sehingga semua udara di sekitarnya tertarik ke titik tekanan rendah tersebut.

“Kita di Papua Barat ini merupakan daerah pembelokan angin, sehingga akan banyak penumpukan awan itu yang menyebabkan kita berpotensi hujan disertai guntur dan kilat,” ucapnya.

Dijelaskan, jika dilihat dari data prakiraan BMKG Manokwari, Manokwari akan memasuki musim penghujan pada awal bulan Oktober mendatang hingga awal tahun 2017.

Dirinya berharap, Lalina tersebut berakhir sebelum bulan Oktober yang merupakan musim penghujan, sehingga volume hujan yang turun sesuai dengan rata-rata hujan normal, mengingat jika Lalina tak kunjung berakhir maka dipastikan pada musim penghujan mendatang akan ada banyak volume air hujan yang turun.

“Karena nanti kita akan menghadapi curah hujan yang cukup besar, seperti biasanya 300 mili per bulan jika diserta Lalina maka curah hujan akan meningkat lebih dari 300 mili dan dampaknya sangat berbahaya,” tegasnya.

Namun berdasarkan perkiraannya, efek Lalina yang terjadi di Kabupaten Manokwari ini akan berlangsung lama, dimana sesuai perkiraannya situasi tersebut bisa berlangsung hingga satu minggu lamanya, mengingat pergerak angin berjalan lambat.

Lanina adalah fenomena turunnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik yang lebih rendah dari wilayah sekitarnya. (ACS)

Tinggalkan Balasan