Terminal Prafi yang tak terurus.
Terminal Prafi yang tak terurus.

Kadishub Sesalkan Terminal Prafi Terbengkalai dan Tak Terurus

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi kabupaten Manokwari Alberth Simatupang, menyesalkan terbengkalai dan tak terurusnya terminal umum satuan pemukiman IV (SP IV).

Terminal yang mempunyai struktur bangunan moderen itu, dipenuhi oleh semak belukar. Kondisi tersebut menyebabkan hingga saat ini angkutan umum dengan trayek SP IV harus menggunakan terminal bayangan yang dipusatkan pada Lapangan Kridatama  Kampung Udapi Hilir.

Alberth Simatupang kepada awak media menuturkan kekecewaanya melihat kondisi terminal SP IV yang minim dari perhatian pemerintah. Mengingat sejak dibangun (teriminal red) tersebut, belum juga difungsikan, padahal jika dilihat dari konstruksi bangunan terminal, memiliki konstruksi yang sangat memadai untuk mengatur lajur angkutan Umum.

Ia mengatakan, sebagai pejabat baru di Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) yang dijabatnya saat ini, dirinya baru pertama kali melihat Langsung kondisi terminal yang diinformasikan mulai pembangunannya pada 19 tahun silam.

Dijelaskannya, bahwa terminal ini, memiliki luas lahan yang cukup memadai untuk menampung setiap kendaraan di dataran tersebut sebagai tempat Transit Angkutan Umum. Mengingat panjang lahannyamencapai  200 meter dan lebar 100 meter.

Dengan luasan tersebut, kata dia, dipastikan pengembangan terminal kedepannya juga dapat dikerjakan. Sehingga di Tahun depan Alberth menuturkan siap untuk memprogramkan beberapa pembangunan di dua terminal itu. Diantarannya akan membangun pagar keliling pada Terminal tersebut. “Agar aset pemda yang dinilai terbengkalai bisa terjaga dan terorganisir dengan aman,” tegas Simatupang.

Albert pun, menyempatakan diri, meninjau lokasi teriminal Masni yang juga kondisi tak terurus. Dimana terminal yang telah dibangun sejak Tahun 1994 itu hanya bisa difungsikan pada Setiap Hari Selasa dan Jumat.

Sedangkan di hari lainnya, angkutan umum dengan kode trayek F2, hanya memanfaatkan jalan raya untuk menunggu penumpang atau mencari penumpang.

Parahnya lagi kondisi dua terminal tersebut sejak dibangun tak pernah mengalami perbaikan oleh pihak pemerintah.

Seementara, Kepala UPT terminal Sanggeng, Pieter Rumbino yang juga ikut pada kesempatan itu, mengatakan, sesuai harapan masyarakat, sangat diharapkan terminal ini untuk difungsikan. Namun guna menunjang kelancaran terminal tersebut pasar SP IV harus di resmikan terlebih dahulu.

“Karena terminal ini merupakan fungsinya akan mengatur lalu lintas di dataran SP baik yang dari arah Masni dan Sidey maupun yang dari arah kota,”ujarnya kepada plt.Kepala Dinas Hubkominfo Manokwari, Alberth Simatupang.

Lanjut Pieter, jika terminal tersebut difungsikan maka akan diberlakukan jalur satu arah pada beberapa Jalur di SP IV, seperti jalan Masuk teriminal menggunakan jalur 3 sedangkan jalur keluar kendaraan melalui Jalur 2.

Dikatakannya, jika terdapat alasan jarak terminal dan jalan Utama yang jauh, maka masyarakat merasa perlu memperhatikan laju perkembangan pembangunan di Kabupaten Manokwari.

“Dulu pada saat membangun pasar wosi, masyarakat juga mengeluhkan jaraknya jauh tetapi saat ini terminal itu bisa disebut sebagai terminal pusat di Kabupaten Manokwari,” imbuhnya. (ACS)

Tinggalkan Balasan