Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen Joppye O Wayangkau

Kaimana bakal jadi pusat pertahanan militer

KAIMANA, Cahayapapua.com— Wilayah Kabupaten Kaimana kedepan bakal menjadi pusat pertahanan militer baik Angkatan Darat maupun Angkatan Laut. Selain Armada TNI AL yang lokasinya sudah ditetapkan di Kayu Merah, Kampung Siawatan, Distrik Teluk Etna, TNI Angkatan Darat juga berencana akan membangun satu batalyon di kawasan kilo 6 Jalan Tanggaromi sebagai cikal bakal pembentukan kompi di wilayah Papua Barat.

Seperti diketahui, 3 Mei 2017 lalu, tim dari Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenko Polhukam) tiba di Kaimana dalam rangka melakukan koordinasi dengan Forpimda sekaligus melihat dari dekat lokasi bakal Armada TNI Angkatan Laut di Kayu Merah Kampung Siawatan Distrik Teluk Etna.

Tiga pejabat dimaksud adalah Asdep 1/IV Hanneg Marsekal Pertama TNI Achmad Saiji, Kabid Doktrin Asdep 1/IV Hanneg Kolonel Marinir Edy Djatmiko, Staf Deputi IV Bidkoor Hanneg Ispriyanto. Danposal Kaimana Letda Laut (S) Gunawan saat dikonfirmasi mengatakan, kunjungan pejabat dari Kemenko Polhukam ini dalam rangka melakukan koordinasi, sekaligus memantau implementasi kebijakan doktrin dan strategi pertahanan di wilayah Kodam XVIII/Kasuari Kabupaten Kaimana.

Sebelumnya, 27 Maret 2017, Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau saat kunjungan kerja ke wilayah Kaimana meminta Pemerintah Daerah menghibahkan lahan seluas kurang lebih 60 hektar untuk pembangunan Batalyon Angkatan Darat. Batalyon sendiri merupakan satuan militer yang terdiri dari dua sampai enam kompi yang akan dipimpin oleh seorang Mayor.

Dijelaskan, jumlah personil untuk satu Batalyon baru biasanya mencapai 1.039 orang, belum termasuk keluarganya. Dengan jumlah ini diharapkan perekonomian Kaimana akan tumbuh pesat.

“Kami akan bangun satu batalyon di Kaimana dan berharap Pemerintah Daerah menghibahkan tanah seluas 60 hektar sehingga tahun depan sudah bisa kami bangun. Kehadiran batalyon baru dengan 1.039 personil menguntungkan bagi perekonomian daerah, karena mereka tentu akan memanfaatkan potensi yang dihasilkan masyarakat,” ujar Pangdam. (isa)

Tinggalkan Balasan