Tim terpadu saat melintasi ruas jalan munuju titik bencana di Distrik Meyado.

Kali Rawara di Bintuni Meluap, Dua Kampung Terendam

BINTUNI, Cahayapapua.com—– Bencana alam kembali terjadi di Teluk

Bintuni, kali ini kali Rawara di Distrik Meyado meluap mengakibatkan dua kampung terendam banjir. Bencana ini terjadi dikarenakan beberapa hari terakhir curah hujan di kabupaten ini cukup tinggi. Informasi yang diterima, bencana ini terjadi sekitar pekan kemarin, sementara untuk korban jiwa tidak ada, namun hampir semua rumah-rumah penduduk terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter. Sedangkan jumlah jiwa yang masih terisolir yang menempati dua kampung tersebut sebanyak kurang lebih 120 jiwa. “Ada laporan dari masyarakat tentang adanya banjir di muara Mayado. Namun informasi yang disampaikan oleh warga ke pemerintah setelah empat hari usai kejadian. Ada dua kampung yang terkena banjir, Kampung Yakora, tapi yang satunya lagi saya lupa,” kata Sekretaris Kesbangpol, Wempi Homer, salah satu anggota Tim Terpadu yang ikut ke Distrik Meyado, kemarin. Dikatakan, langkah yang baru dilakukan oeh Tim Terpadu yaitu berusaha untuk menjangkau lokasi titik bencana dengan membawa bantuan sembako dan obat-obatan. Namun didalam perjalanan Tim tidak mampu menembus sampai ke lokasi. Karena luapan air hingga menutupi badan jalan setinggi satu meter. Dalam kesempatan tersebut, tim juga berusaha berulang kali menerobos genangan air, namun semakin menerobos genangnan, kendaraan semakin tenggelam. Padahal posisi tim terpadu sudah mendekati lokasi tinggal menyisakan kurang lebih 7 Km. Dengan terpaksa akhirnya tim kembali, tetapi bantuan dari pemda berupa bahan makanan untuk masyarakat diserahkan kepada Kepala Distrik Meyado dan kepala puskesmas untuk ditindaklanjuti pengirimannya ke lokasi. Selain itu tim juga masih menunggu informasi dari Kepala Distrik, jika mereka sudah bisa tembus ke kampung untuk memberikan bantuan. Direncanakan mereka akan kembali ke kota untuk melaporkan. “Karena tidak mampu menembus hingga sampai dititik lokasi bencana, kami sudah melapor ke bupati, dan masih menunggu perintah selanjutnya,” katanya. (ART)

Tinggalkan Balasan