Mahasiswa Unipa membakar ban sekaligus memblokir kampus tersebut, Senin (3/11/2014) lalu. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Adith Setyawan

Kampus Unipa Kembali Tegang

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Papua (Unipa), dikabarkan menjadi korban aniaya mahasiswa lainnya saat mereka hendak melakukan aktivitas kuliah di kampus yang terletak di jalan gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat, Selasa, (3/11/2014).

“Ada beberapa mahasiswa yang dikejar dan dipukul kayu. Ada juga yang ditarik dari motornya hingga jatuh lalu dipukul,” kata seorang pegawai kampus Unipa beberapa saat setelah peristiwa.

Situasi di Unipa juga sempat tegang setelah sejumlah mahasiswa mendengar pernyataan Rektor Unipa Manokwari Suriel Mofu di kampus tersebut.

Sejumlah mahasiswa yang panikkarena ketegangan tersebut akhirnya berebut keluar dari pintu Aula Utama kampus tersebut. Karena kepanikan itu, beberapa mahasiswa dilaporkan terjatuh dan terinjak-injak. Mahasiswa juga dilaporkan sempat tegang dengan beberapa dosen.

Rangkaian peristiwa tersebut merupakan buntut aksi mahasiswa yang memblokir kampus mereka, Senin (3/11/2014) lalu. Mahasiswa memblokir kampus karena menuduh sang rektor dalam kunjungannya ke Belanda, Jerman dan Belgia mengikuti seminar soal Papua bertajuk, “Papua Devolepment Implementation and Challenges” berkaitan dengan aktivitas politik. (Baca: Mahasiswa Unipa Blokir Kampus)

Sebelum ketegangan terjadi, sang Rektor dan beberapa dosen Unipa hadir di Aula Utama untuk memberi klarifikasi atas tuduhan mahasiswa.

Dalam pertemuan itu, Presiden BEM Unipa Alosius Siep melontarkan pertanyaan terkait keberangkatan Rektor Unipa ke Belanda, juga beberapa permasalahan di Kampus Unipa, seperti sistem penerimaan mahasiswa baru dan kinerja dosen.

Rektor mengatakan, keberangkatan dirinya ke beberapa negara di Eropa tidak membawa misi politik, tapi menyampaikan prestasi kampus Unipa kepada dunia.Juga untuk menjalin kerjasama pendidikan.

“Saya kesana bukan karena urusan politik, semua ini bisa dilihat dari beberapa materi yang saya berikan disana. Materi ini bisa dilihat dan dipelajari karena semuanya lengkap. Apa yang saya sampaikan dan apa yang orang lain sampaikan juga ada,” jelas Rektor.

Rektor menambahkan, terkait sistem penerimaan mahasiswa baru, Unipa akan bekerja sama dengan pemerintahdaerah di kabupaten/kota untuk membuka lokasi tes di daerah masing-masing. Ini dilakukan, menurutnya, agar kedepan mahasiswa tidak perlu repot-repot berkunjung ke Manokwari hanya untuk melakukan tes untuk menjadi mahasiswa di kampus dengan motto “Pendidikan untuk Kemanusiaan” itu.|ADITH SETYAWAN

EDITOR: BUSTAM

4 comments

  1. Victor Theodore

    Cahaya Papua…versi Online memudahkan kita baca berita..Seputar Ibukota Prov. Papua Barat …”Maju Terus Portal Berita SKH Cahaya Papua.

  2. Diperkenalkan prestasi Unipa, malah dirusak sendiri sama mahasiswa nya dengan hal konyol seperti ini! Coba kam test datang kuliah di jerman sini, kam dapat ludah dari DEUTSCHER dong kapa!! dapa injak… Deutscher dong tertawa kam….. pulang jaga gali kuburan sudah…. PAPUA TRA MAJU TRA kan MERDEKA.

  3. Mantap versi online cp ini memudahkan pembaca untuk membaca berita dari harian ini namun alangkah luar biasanya jika versi koran harianya yg merupakan sumber pendapatan terbesar di peratikan maaf munkin bisa berwarna seperti harian lokal lain sehngga cp kembli menarik hati pembaca dari segi tampilan cover #maju trus cp

  4. Kami mahasiswa manokwari selatan mengelu sebab pemerintah daerah kabupaten manokwari selatan tidak cepat realisasi dana pendidikan bagi mahasiswa,sedangkan kabupaten manokwari dan kabupaten pegunungan Arfak sudah melaksanakan pembayaran sedangkan manokwari selatan sampai sekarang belum apakah kesalahan dimana.

Tinggalkan Balasan