Kang Maman (kiri), pegiat literasi yang merupakan pengagas Panasonic Gobel Awards dari Indonesia, berkunjung ke Manokwari, memenuhi undangan Noken Pustaka, untuk menyebar virus literasi di Manokwari. Kang Maman tampil sebagai narasumber dalam musikalisasi puisi dan bedah buku "Kawan Antara Sunyi" di sebuah warung kopi di Rendani, Manokwari, Minggu (30/7) malam.

Kang Maman menangis saat dengar lagu “Aku Papua”

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Maman Suherman atau yang akrab disapa kang Maman mengaku pernah meneteskan air mata saat mendengar lagu “Aku Papua” dilantunkan.

Pada kegiatan musikalisasi dan bedah buku di books corner sebuah warung kopi di Rendani Manokwari, Minggu, Kang Maman mengutarakan, air matanya tak sadar bercucuran saat lagu aku Papua dilantunkan Edo Kondologit di acara Indonesia Lawak Klub.

“Saat itu dalam benak saya mengatakan, ada sebuah kereta api dan ada satu gerbong yang ditinggalkan. Gerbong yang lain ada didepan membawa hasil kekayaan alam yang melimpah,” katanya.

Menurutnya lagu itu menggambarkan betapa kayanya tanah Papua namun belum sebanding dengan kesejahteraan masyarakat.

Pada kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Puisi ini, ia kagum dengan karya puisi yang diciptakan seniman-seniman asal Papua.

Ia juga kagum atas keberagaman di tanah Papua dan cara masyarakat dalam menyikapi keberagaman tersebut. Pesan-pesan dan nilai moral yang terkandung dalam puisi-puisi pada buku “Kawan Antara Sunyi” tersebut cukup merepresentasi kondisi dan masyarakat Papua.

“Manokwari subur akan penyair, buku ini berhasil menggabungkan antara puisi, prosa dan cerpen,” katanya seraya berharap lebih baru setelah “kawan antara sunyi,” di luncurkan.

Pada kesempatan itu ia mengisahkan JK Rowling yang sukses karena karyanya tentang Harry Potter.

“JK Rowling memulai karyanya dari sebuah warung kopi. Sekarang karyanya dinikmati banyak orang di seluruh penjuru dunia,” ujarnya.

Menurutnya, seniman dan penyair Manokwari punya peluang besar untuk sukses melalui karya sastranya.

Musikalisasi puisi dan bedah buku  “Kawan Antara Sunyi” ini mengandeng SKH Cahaya Papua sebagai salah satu media partner.  (ibn)

Tinggalkan Balasan